Serpihan ATR 42-500 Ditemukan, Menhub Dudy Kerahkan Pencarian

Deloo.id, Makassar – Upaya pencarian pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak terus diperkuat pemerintah.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan proses pencarian di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, berjalan intensif dan terkoordinasi dengan seluruh unsur penyelamatan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan layanan informasi, pendampingan, serta dukungan penuh bagi para keluarga.

“Sejak laporan diterima, seluruh sumber daya langsung digerakkan. Basarnas memimpin operasi pencarian, yang didukung TNI, Polri, AirNav Indonesia, BMKG, pemerintah daerah, dan instansi lainnya,” ujar Menhub saat memantau operasi dari Makassar tadi malam.

Tim SAR gabungan telah menemukan sejumlah serpihan yang diduga kuat berasal dari pesawat ATR 42-500. Temuan pertama terlihat pada pukul 07.46 WITA, berupa jendela pesawat yang menjadi penanda awal lokasi kecelakaan.

“Tiga menit kemudian, tepat 07.49 WITA, petugas menemukan serpihan besar yang diduga bagian badan dan ekor pesawat,” katanya.

Menurutnya, lokasi temuan berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep), berjarak sekitar 26,49 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan berada tidak jauh dari posko Basarnas terdekat.

“Setiap serpihan yang ditemukan sedang diverifikasi secara menyeluruh oleh otoritas teknis. Temuan ini merupakan progres signifikan,” jelas Dudy.

Menhub menegaskan bahwa keselamatan dan pencarian korban menjadi prioritas utama. Seluruh unsur SAR gabungan kini memperluas area pencarian berdasarkan data cuaca dan pergerakan angin, sekaligus memperkuat pemantauan udara dan darat.

“Setiap informasi yang masuk langsung ditindaklanjuti. Perkembangan resmi akan disampaikan oleh Basarnas dan Ditjen Perhubungan Udara setelah diverifikasi,” Dudy menuturkan.

Menhub mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.

Pemerintah telah membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebagai pusat koordinasi informasi bagi keluarga korban.

Pesawat ATR 42-500 tersebut membawa 10 orang, terdiri dari 7 awak dan 3 penumpang. Pemerintah memastikan seluruh proses pencarian mengikuti standar keselamatan dan protokol internasional.

“Pemerintah berkomitmen menyampaikan setiap perkembangan secara terbuka, akurat, dan bertanggung jawab,” tegasnya. (BYD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *