Deloo.id, Inggris – Hubungan Indonesia dan Inggris resmi memasuki babak baru. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menemui langsung Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Kedua negara sepakat meluncurkan Kemitraan Strategis UK–Indonesia yang diperbarui dan diperdalam dalam pertemuan bilateral di London, 20 Januari 2026.
Inisiatif ini menandai peningkatan signifikan dalam hubungan kedua negara, membuka jalan bagi kerja sama yang lebih kuat di bidang ekonomi, pertahanan, keamanan, energi bersih, hingga pembangunan berkelanjutan.
Dubes Inggris Dominic Jermey mengungkapkan Presiden Prabowo tiba di kantor Perdana Menteri Inggris di 10 Downing Street, London, pada Selasa, 13 Januari 2026 pukul 11.50 GMT.
“Kedatangan Bapak Prabowo disambut hangat oleh PM Starmer, diikuti sesi foto bersama sebelum memasuki pertemuan tertutup,” ungkap Dominic dalam keterangan persnya.
Keduanya membahas langkah konkret untuk memperluas investasi dan perdagangan, memperkuat kolaborasi pertahanan dan teknologi, meningkatkan kemitraan pendidikan dan inovasi, mendukung stabilitas kawasan Indo-Pasifik, dan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim.
“Kemitraan Strategis yang baru ini dirancang sebagai fondasi jangka panjang demi masa depan yang lebih sejahtera, aman, dan berkelanjutan untuk masyarakat di kedua negara,” Dominic menuturkan.
Pemerintah Inggris menilai Indonesia sebagai mitra kunci di Asia Tenggara, sementara Indonesia melihat Inggris sebagai negara dengan potensi kolaborasi besar di bidang transformasi teknologi, energi hijau, dan industri pertahanan.
Dominic menjelaskan peluncuran Kemitraan Strategis UK–Indonesia menjadi salah satu agenda internasional pertama Presiden Prabowo pada awal 2026.
“Langkah ini mempertegas posisi Indonesia sebagai kekuatan regional yang semakin diperhitungkan di kancah global,” jelasnya.
Hubungan kedua negara kini resmi naik kelas, membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan berdampak langsung bagi rakyat Indonesia dan Inggris. (BYD)












