Cara Unik Imigrasi Jakarta Timur, Parodi Emak Berkacamata Viral Dipakai Sosialisasi Penggantian E-Paspor

Deloo.id, Jakarta – Cara sosialisasi publik biasanya identik dengan brosur, spanduk, atau pengumuman formal. Tapi tidak dengan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur.

Alih-alih metode konvensional, mereka justru mencuri perhatian publik lewat parodi seorang wanita berkerudung dan berkacamata yang pernah viral karena kerap marah-marah di ruang publik.

Dalam video sosialisasi yang diunggah ke akun resmi mereka, staf Imigrasi Jakarta Timur memerankan tokoh viral tersebut lengkap dengan kerudung, kacamata tebal, gesture tangan, intonasi tinggi, dan ekspresi “judes khas” yang membuat masyarakat langsung mengenali parodinya.

Hasilnya? Viral, lucu, sekaligus tepat sasaran. Warga tidak hanya terhibur, tetapi juga langsung memahami aturan terbaru soal penggantian e-paspor hilang dan rusak.

Regulasi Penggantian E-Paspor yang Disosialisasikan

Melalui konten kreatif tersebut, Imigrasi Jakarta Timur menyampaikan aturan resmi sebagai berikut:

📌 Penggantian E-Paspor Rusak

Syarat:

KTP

KK

Dokumen pendukung (akta lahir/ijazah/buku nikah)

E-paspor yang rusak

Biaya:

Rp500.000 biaya beban

Ditambah biaya penerbitan e-paspor sesuai masa berlaku

📌 Penggantian E-Paspor Hilang

Syarat:

KTP

KK

Dokumen pendukung (akta lahir/ijazah/buku nikah)

Surat kehilangan dari kepolisian

Biaya:

Rp1.000.000 biaya beban

Ditambah biaya penerbitan e-paspor sesuai masa berlaku

⚠️ Ketentuan Pemeriksaan

Pemohon paspor hilang atau rusak wajib menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan identitas.

⚠️ Force Majeure Dibebaskan dari Biaya Beban

Kehilangan atau kerusakan karena bencana alam, kebakaran, atau musibah lain dapat dibebaskan dari biaya beban.

Cara Sosialisasi Unik yang “Ngena Banget” di Masyarakat

Dalam parodi yang viral tersebut, talent yang diperankan oleh staf internal Imigrasi tampak menirukan gaya bicara tokoh viral dengan sangat meyakinkan, lengkap dengan kalimat yang dibuat hiperbolis, namun tetap edukatif.

Warganet memuji langkah kreatif ini karena mudah dipahami, menghibur dan tidak menggurui, pesan masuk hanya dalam beberapa detik, dan membuat masyarakat lebih aware soal aturan paspor.

Bahkan sejumlah komentar menilai bahwa metode sosialisasi seperti ini jauh lebih efektif dibandingkan format formal yang biasanya membosankan.

Kepala Imigrasi Jaktim Pungki Handoyo: “Kami Ingin Edukasi, Tapi Tetap Menghibur”

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur, Pungki Handoyo, menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas tim humas dan menyatakan bahwa inovasi sosialisasi seperti ini sangat relevan untuk mendekatkan layanan pemerintah kepada publik.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai aturan penggantian e-paspor. Tapi kami juga sadar bahwa cara penyampaian harus disesuaikan dengan zaman. Parodi ini kami buat untuk menghibur, namun tetap edukatif dan tidak keluar dari koridor formalitas layanan,” ujar Pungki kepada Deloo.id, Rabu (27/5/2026)

Ia menegaskan bahwa Imigrasi Jakarta Timur akan terus menghadirkan pendekatan-pendekatan komunikatif agar masyarakat semakin sadar dan tertib administrasi keimigrasian. (Ardi-Imo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *