Deloo.id, Jakarta – Persaingan destinasi wisata domestik semakin ketat, namun satu tren baru mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir.
Perjalanan menuju Solo menggunakan KA Mataram kini menjadi pilihan favorit masyarakat yang ingin menikmati liburan akhir pekan tanpa harus menghadapi kemacetan jalan raya maupun kepadatan bandara.
Didukung rangkaian Stainless Steel New Generation, KA Mataram tidak lagi sekadar menjadi moda transportasi, melainkan bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.
Kereta yang melayani relasi Pasar Senen–Solo Balapan ini melintasi sejumlah kota dengan kekayaan budaya, kuliner, sejarah, hingga panorama alam yang menjadi magnet wisata Pulau Jawa.
Perjalanan dimulai dari Jakarta dan melintasi sejumlah daerah strategis seperti Bekasi, Cirebon, Purwokerto, Kroya, Kebumen, Kutoarjo, Yogyakarta, Klaten hingga berakhir di Solo.
Di sepanjang lintasan tersebut, penumpang disuguhi beragam destinasi unggulan. Mulai dari kawasan bersejarah di Cirebon, wisata alam Baturraden di Purwokerto, Geopark Kebumen, kawasan Menoreh, hingga ikon wisata nasional seperti Malioboro dan Keraton Yogyakarta.
Tak heran jika jalur ini kini disebut sebagai salah satu koridor wisata paling lengkap di Pulau Jawa.
Solo Kian Bersinar Jadi Magnet Wisata Baru
Di ujung perjalanan, Solo hadir sebagai destinasi yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan di sektor pariwisata.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 58,95 persen pada Desember 2025.
Angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa aktivitas wisata dan perjalanan bisnis ke Kota Bengawan terus meningkat.
Solo menawarkan kombinasi unik antara wisata budaya dan modernitas. Wisatawan dapat mengunjungi Keraton Kasunanan Surakarta, Pura Mangkunegaran, Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, Pasar Gede, hingga kawasan kreatif De Tjolomadoe yang kini menjadi salah satu pusat kegiatan seni dan budaya nasional.
Belum lagi kekayaan kuliner legendaris yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari berbagai daerah.
New Generation, Wajah Baru Perjalanan Kereta Api
Sejak Desember 2024, KA Mataram resmi menggunakan rangkaian Stainless Steel New Generation untuk kelas Eksekutif dan Ekonomi.
Pembaruan ini menghadirkan berbagai peningkatan kenyamanan, mulai dari desain interior modern, kursi ergonomis yang dapat direbahkan dan diputar sesuai arah perjalanan, ruang kaki yang lebih luas, hingga fasilitas yang dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan jarak jauh yang lebih premium.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perjalanan kereta api kini telah berkembang menjadi bagian dari aktivitas wisata masyarakat.
“KA Mataram tidak hanya menghubungkan kota ke kota, tetapi juga menghubungkan pelanggan dengan beragam destinasi wisata, budaya, dan kuliner yang ada di sepanjang Pulau Jawa. Perjalanan menjadi bagian dari pengalaman berwisata itu sendiri,” ujar Anne.
Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap Solo menunjukkan bahwa kota budaya tersebut semakin kuat sebagai salah satu tujuan wisata unggulan nasional.
“Solo menawarkan suasana yang hangat, budaya yang kuat, kuliner yang khas, dan banyak destinasi menarik untuk dinikmati bersama keluarga maupun sahabat. Melalui KA Mataram, kami menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan menuju pengalaman tersebut,” katanya.
Kereta Api Jadi Pilihan Baru Liburan Keluarga
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi waktu dan kenyamanan perjalanan, kereta api mulai menjadi alternatif utama untuk berwisata.
Selain bebas macet, perjalanan menggunakan kereta memungkinkan penumpang menikmati panorama alam dan karakter setiap daerah yang dilalui.
Tren ini juga memperlihatkan perubahan pola wisata masyarakat yang kini lebih mengutamakan pengalaman perjalanan daripada sekadar tujuan akhir.
Dengan kombinasi rute strategis, kenyamanan armada terbaru, dan kekayaan destinasi yang dilalui, KA Mataram kini menjelma menjadi salah satu pilihan paling menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati wajah lain Pulau Jawa dari balik jendela kereta. (BAA/BIM)












