Deloo.id, Jakarta – Keselamatan di perlintasan sebidang kembali menjadi sorotan nasional. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto mengenai percepatan program penataan perlintasan kereta api yang selama ini menjadi salah satu titik paling rawan kecelakaan transportasi di Indonesia.
Direktur Utama Bobby Rasyidin mengungkapkan, hingga awal Juni 2026, sebanyak 119 dari 172 perlintasan sebidang prioritas nasional telah berhasil ditutup.
Langkah ini menjadi bagian dari operasi besar peningkatan keselamatan transportasi yang juga mencakup penanganan 490 perlintasan liar dan penguatan fasilitas keselamatan di 1.148 titik aktif di berbagai daerah.
Laporan tersebut disampaikan dalam rangka mendukung agenda pembangunan transportasi yang lebih aman, modern, dan berkelanjutan.
“Peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang menjadi salah satu fokus utama KAI. Hingga saat ini, 119 dari 172 perlintasan prioritas telah berhasil ditutup. Upaya tersebut kami lanjutkan melalui penanganan perlintasan liar dan penguatan fasilitas keselamatan di berbagai wilayah,” ujar Bobby baru-baru ini.
119 Kecelakaan dalam Lima Bulan
Percepatan penanganan perlintasan bukan tanpa alasan. Data KAI mencatat sejak Januari hingga 4 Juni 2026 telah terjadi 119 kecelakaan di perlintasan sebidang, menyebabkan 97 korban.
Dari jumlah tersebut, 43 orang meninggal dunia, 23 mengalami luka berat, dan 31 lainnya luka ringan.
Lebih mengkhawatirkan lagi, mayoritas kecelakaan terjadi bukan karena faktor teknis kereta api, melainkan akibat pelanggaran lalu lintas oleh pengguna jalan.
Sebanyak 87 persen kecelakaan dipicu kendaraan yang menerobos perlintasan saat kereta akan melintas, sementara 52 persen kejadian terjadi di perlintasan yang tidak memiliki palang pintu.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa disiplin berlalu lintas masih menjadi tantangan besar dalam menciptakan ekosistem transportasi yang aman.
Ribuan Korban dalam Empat Tahun
Data historis yang dihimpun KAI menunjukkan persoalan keselamatan di perlintasan sebidang masih menjadi pekerjaan rumah serius.
Dalam periode 2022 hingga 2025, tercatat 1.244 kecelakaan di perlintasan sebidang dengan total 1.152 korban jiwa.
Dari jumlah itu, 437 orang meninggal dunia, 294 mengalami luka berat, dan 421 lainnya luka ringan.
Sebanyak 73 persen kecelakaan terjadi di perlintasan tidak terjaga yang selama ini menjadi titik rawan benturan antara kendaraan dan kereta api.
KAI Perkuat Edukasi Nasional
Selain melakukan penutupan perlintasan berisiko, KAI juga menjalankan program edukasi besar-besaran kepada masyarakat.
Dalam empat tahun terakhir, perusahaan telah menggelar lebih dari 6.200 kegiatan sosialisasi keselamatan, menutup lebih dari seribu perlintasan liar, memasang ribuan spanduk peringatan, serta melakukan edukasi di sekolah dan tempat ibadah yang berada di sekitar jalur rel.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menegaskan bahwa setiap perlintasan yang ditutup telah melalui proses kajian dan evaluasi mendalam.
“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab operator kereta api, tetapi juga tanggung jawab bersama. Setiap perlintasan berisiko yang berhasil ditangani berarti ada potensi kecelakaan yang berhasil dicegah. Karena itu, kami terus mengajak masyarakat untuk disiplin mematuhi aturan dan mendahulukan perjalanan kereta api saat melintas di perlintasan sebidang,” kata Anne.
Menurut Anne, keberhasilan menutup 119 perlintasan prioritas menunjukkan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, serta masyarakat dalam membangun budaya keselamatan transportasi.
Target 172 Perlintasan Ditutup Tahun Ini
KAI menegaskan akan terus mempercepat penyelesaian 53 titik perlintasan prioritas yang masih dalam proses penanganan agar target nasional penutupan 172 perlintasan pada 2026 dapat tercapai.
Langkah tersebut diharapkan mampu menekan angka kecelakaan secara signifikan sekaligus memperkuat keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan pertumbuhan transportasi berbasis rel, penataan perlintasan sebidang kini menjadi salah satu agenda strategis yang menentukan keselamatan jutaan perjalanan setiap tahunnya. (BGE)












