Brimob Polda Metro Jaya Ringkus 18 Remaja dan Sita Bom Molotov di Bekasi

Deloo.id, Jakarta – Aksi tawuran yang diduga akan pecah saat waktu subuh di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, berhasil digagalkan personel Brimob Polda Metro Jaya.

Sebanyak 18 remaja diamankan dalam operasi patroli dini hari yang digelar Tim Patroli Kompi 2 Batalyon D Pelopor pada Selasa (16/6/2026).

Tak hanya mengamankan para remaja, petugas juga menemukan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan adanya persiapan aksi kekerasan jalanan.

Di antaranya satu bom molotov, lima unit sepeda motor, serta 10 telepon genggam yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dan mengatur pergerakan kelompok.

Pengungkapan bermula saat personel Brimob melaksanakan patroli rayonisasi untuk mengantisipasi berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti tawuran, balap liar, begal, hingga kejahatan jalanan lainnya di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota.

Sekitar pukul 04.15 WIB, petugas mencurigai keberadaan sekelompok remaja yang berkumpul di kawasan Jalan Lisong Menteng, Bojong Menteng, Rawalumbu.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengamanan, petugas menemukan barang bukti yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran.

Seluruh remaja yang diamankan kemudian dibawa ke Polres Metro Bekasi Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Bom Molotov Jadi Alarm Serius

Temuan bom molotov dalam pengungkapan ini menjadi perhatian serius aparat keamanan. Keberadaan benda berbahaya tersebut menunjukkan bahwa aksi tawuran yang direncanakan berpotensi menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum.

Brimob menilai tren tawuran yang melibatkan senjata berbahaya harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya aparat penegak hukum tetapi juga orang tua dan lingkungan sosial para remaja.

Brimob Tegaskan Tak Beri Ruang Pelaku Kekerasan Jalanan

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, menegaskan patroli preventif yang dilakukan jajarannya merupakan strategi untuk menghentikan potensi kejahatan sebelum berkembang menjadi peristiwa yang merugikan masyarakat.

Menurut Henik, kehadiran personel Brimob di lapangan menjadi bentuk nyata komitmen Polri dalam menjaga keamanan warga, khususnya pada jam-jam rawan menjelang pagi.

“Patroli yang dilaksanakan personel Batalyon D Pelopor merupakan bentuk komitmen Brimob Polda Metro Jaya dalam melindungi masyarakat dari potensi tindak kriminal dan aksi kekerasan jalanan. Kami akan terus hadir di tengah masyarakat untuk mencegah tawuran, balap liar, maupun gangguan kamtibmas lainnya sehingga warga dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Henik, Selasa (16/6).

Ia menegaskan Brimob tidak akan memberikan ruang bagi kelompok yang berupaya menciptakan keresahan melalui aksi tawuran maupun kejahatan jalanan lainnya.

Orang Tua Diminta Lebih Waspada

Brimob Polda Metro Jaya juga mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hingga dini hari yang kerap menjadi waktu rawan terjadinya tawuran.

Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan potensi gangguan keamanan melalui layanan Call Center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti petugas.

Keberhasilan menggagalkan aksi tawuran di Rawalumbu ini menambah daftar operasi preventif yang dilakukan aparat dalam menekan angka kekerasan jalanan di wilayah Jabodetabek.

Polisi berharap langkah pencegahan yang konsisten dapat memutus rantai tawuran remaja yang selama ini kerap menimbulkan korban dan keresahan di tengah masyarakat. (BYD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *