Pasporia Imigrasi Soetta Banjir Peminat, Siapa yang Belum Berkunjung?

Deloo.id, Jakarta – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menghadirkan PASPORIA (Paspor Minggu Ceria), sebuah layanan paspor akhir pekan yang dipadukan dengan aktivitas Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (21/6/2026).

Bertempat di Wisma KEIAI, layanan ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang ingin mengurus paspor.

Di tengah suasana CFD yang identik dengan olahraga dan rekreasi keluarga, warga dapat sekaligus menyelesaikan urusan keimigrasian tanpa harus mengorbankan hari kerja.

Sejak pagi, lokasi pelayanan dipadati masyarakat yang datang dengan pakaian olahraga, sepatu lari, hingga membawa sepeda.

Suasana semakin semarak saat jajaran Imigrasi Soekarno-Hatta bersama warga mengikuti kegiatan Senam Sehat yang digelar sebelum pelayanan dimulai.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana, mengatakan PASPORIA merupakan upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mengurus paspor tidak harus identik dengan proses yang rumit dan menyita waktu kerja,” jelas Galih.

“Melalui PASPORIA, warga dapat memanfaatkan akhir pekan secara produktif, tetap berolahraga, dan urusan paspor pun dapat diselesaikan dalam waktu yang bersamaan,” ia melanjutkan.

Keunikan layanan tersebut bahkan menarik perhatian Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, yang tengah beraktivitas di kawasan CFD.

Dalam kesempatan itu, AHY menyempatkan diri meninjau langsung jalannya pelayanan dan memberikan apresiasi atas inovasi yang dinilai mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang memanfaatkan layanan PASPORIA. Dari kuota 50 pemohon yang tersedia, tercatat 47 pemohon berhasil dilayani, sementara tiga lainnya melakukan penjadwalan ulang.

Sebanyak 40 pemohon mendaftar melalui aplikasi M-Paspor dan 10 lainnya menggunakan jalur walk-in. Angka tersebut menunjukkan tingginya respons masyarakat terhadap layanan keimigrasian yang hadir langsung di ruang publik.

Menariknya, mayoritas pemohon memilih layanan pengiriman paspor ke rumah. Dari total pemohon yang terlayani, sebanyak 38 orang memanfaatkan fasilitas pengiriman melalui JNE sehingga tidak perlu kembali datang ke kantor imigrasi untuk mengambil dokumen.

Selain melayani permohonan paspor baru maupun penggantian paspor, petugas juga membuka layanan konsultasi keimigrasian secara gratis.

Warga diberikan kesempatan untuk memperoleh informasi terkait regulasi keimigrasian, persyaratan perjalanan internasional, hingga berbagai layanan yang tersedia di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Melalui program PASPORIA, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang inovatif, cepat, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.

Di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, layanan jemput bola seperti PASPORIA dinilai menjadi model pelayanan publik yang efektif, karena mampu mendekatkan birokrasi kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian di ruang-ruang publik. (BAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *