Baharkam Polri Awasi Infrastruktur Strategis, RCC Makassar Tak Luput dari Evaluasi

Deloo.id, Jakarta – Korps Sabhara Baharkam Polri mulai memperketat pengawasan terhadap salah satu objek vital nasional yang menjadi penopang pasokan listrik di Indonesia Timur.

Regional Control Center (RCC) Makassar UP2B Sistem Makassar menjadi fokus evaluasi dalam pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bintek) Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Objek Vital Nasional yang dimulai Senin (22/6/2026).

Kegiatan yang digelar di Hotel Hyatt Makassar itu dipimpin langsung Ketua Tim Bintek Baharkam Polri, Kombes Pol Alan Gerrit Abast, S.I.K., bersama tim ahli pengamanan objek vital nasional.

RCC Makassar memiliki peran strategis sebagai pusat kendali operasional sistem kelistrikan yang menopang distribusi energi di wilayah Sulawesi.

Gangguan pada fasilitas ini berpotensi berdampak luas terhadap pelayanan listrik bagi masyarakat maupun sektor industri.

Karena itu, Baharkam Polri turun langsung memastikan seluruh sistem pengamanan berjalan sesuai standar dan mampu menghadapi berbagai potensi ancaman yang terus berkembang.

“RCC Makassar merupakan infrastruktur strategis yang berperan penting dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik. Sistem pengamanan yang kuat menjadi kebutuhan utama untuk menjamin operasional berjalan aman dan stabil,” kata Kombes Pol Alan Gerrit Abast, Senin (22/6/2026).

Pada hari pertama, tim melakukan observasi lapangan, pemeriksaan dokumen, hingga wawancara dengan jajaran manajemen PLN UIP3B Sulawesi dan UP2B Sistem Makassar.

Fokus evaluasi diarahkan pada aspek komitmen dan kebijakan pengamanan sebagai fondasi utama dalam penerapan Sistem Manajemen Pengamanan Objek Vital Nasional.

Menurut Alan, hasil evaluasi awal menunjukkan sejumlah aspek pengamanan telah berjalan baik, namun masih terdapat beberapa rekomendasi strategis yang perlu ditindaklanjuti untuk meningkatkan kualitas sistem keamanan secara menyeluruh.

“Kami memberikan sejumlah masukan agar sistem pengamanan semakin terstruktur, terukur, dan mampu menjawab tantangan keamanan yang semakin dinamis,” ujarnya.

“Penguatan ini penting untuk menjaga keberlangsungan layanan energi bagi masyarakat,” Alan menambahkan.

Dari hasil penilaian sementara, implementasi Sistem Manajemen Pengamanan di RCC Makassar memperoleh capaian awal sebesar 3,75 persen.

Angka tersebut akan terus berkembang seiring pelaksanaan rekomendasi dan tahapan evaluasi berikutnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Polri dan PLN dalam menjaga keamanan aset-aset strategis negara yang memiliki peran vital bagi stabilitas ekonomi dan pelayanan publik.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Tim Bintek Baharkam Polri, yakni Kompol Sandy Mardiansyah, Drs. Sutrisno Dewo Gono Murti, Angelo M. Turang, dan Meilina D. Irianti.

Dari pihak PLN, kegiatan dihadiri langsung oleh General Manager UIP3B Sulawesi bersama jajaran manajemen operasional, perencanaan, komunikasi, keamanan, serta tim K3L.

Di tengah meningkatnya tantangan terhadap infrastruktur strategis nasional, penguatan sistem pengamanan menjadi langkah penting untuk memastikan pasokan energi tetap aman, andal, dan berkelanjutan.

Bagi Baharkam Polri, menjaga objek vital nasional bukan hanya soal keamanan fasilitas, tetapi juga menjaga denyut kehidupan masyarakat yang bergantung pada ketersediaan listrik setiap hari. (BYD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *