Deloo.id, Cilegon – Suasana Car Free Day (CFD) di Kota Cilegon, Minggu pagi, terasa berbeda. Di tengah ramainya masyarakat berolahraga dan menikmati akhir pekan, hadir layanan publik yang tidak hanya memudahkan pengurusan paspor, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kesehatan warga.
Melalui kegiatan Lapor Sapa Car Free Day, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilegon berkolaborasi dengan Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Cilegon menghadirkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat.
Program ini mendapat sambutan hangat dari warga yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksa kondisi kesehatan sekaligus mengurus kebutuhan administrasi keimigrasian dalam satu lokasi.
Petugas kesehatan memberikan layanan pemeriksaan dasar, konsultasi medis, hingga edukasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat yang hadir.
Sementara itu, petugas Imigrasi membuka layanan informasi dan konsultasi terkait paspor serta berbagai layanan keimigrasian lainnya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilegon, Aditya Triputranto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pelayanan publik yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan pelayanan yang tidak hanya cepat dan profesional, tetapi juga memiliki nilai sosial yang dapat dirasakan masyarakat,” ungkap Aditya, Minggu (21/6).
“Melalui kolaborasi ini, warga tidak hanya memperoleh layanan keimigrasian, tetapi juga mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara gratis di ruang publik yang nyaman,” lanjutnya.
Menurutnya, kegiatan Lapor Sapa menjadi salah satu sarana memperkuat hubungan antara instansi pemerintah dan masyarakat melalui pendekatan yang lebih humanis.
“Kami percaya pelayanan publik yang baik bukan hanya soal administrasi, tetapi juga tentang kepedulian. Kehadiran layanan kesehatan gratis ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Kolaborasi antara Imigrasi Cilegon dan Klinik Pratama Lapas Cilegon menjadi gambaran sinergi antarlembaga dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Selain mempermudah akses layanan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi penting mengenai kesehatan dan pelayanan publik.
Masyarakat yang hadir mengaku terbantu dengan adanya layanan terpadu tersebut. Mereka dapat memanfaatkan waktu akhir pekan secara lebih produktif tanpa harus datang ke lokasi berbeda untuk mendapatkan layanan yang dibutuhkan.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Senyum warga yang memanfaatkan layanan kesehatan maupun konsultasi keimigrasian menjadi potret keberhasilan kolaborasi pelayanan publik yang tidak hanya berorientasi pada administrasi, tetapi juga pada kepedulian sosial.
Melalui program seperti ini, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilegon dan Lapas Kelas IIA Cilegon berharap dapat terus menghadirkan inovasi pelayanan yang lebih dekat, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (BAA)












