Pelajar Jadi Sasaran Edukasi Keimigrasian, Imigrasi Jaktim Soroti Bahaya TPPO

Deloo.id, Jakarta – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur memperluas edukasi keimigrasian kepada kalangan pelajar melalui program PIMPASA Goes To School yang digelar di SMKN 46 Jakarta pada Rabu (17/6/2026).

Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai keimigrasian, mulai dari pentingnya dokumen perjalanan yang sah, prosedur migrasi yang aman, hingga kewaspadaan terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan praktik pekerja migran nonprosedural.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur, Pungki Handoyo, mengatakan edukasi kepada pelajar menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran hukum sejak dini di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat ke luar negeri.

Menurutnya, banyak anak muda yang memiliki cita-cita bekerja, belajar, maupun berkarier di luar negeri. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai prosedur dan aturan yang berlaku.

“Kami ingin generasi muda memahami bahwa setiap aktivitas lintas negara harus dilakukan secara legal dan sesuai prosedur. Pengetahuan ini penting agar mereka tidak menjadi korban penipuan, eksploitasi, maupun perdagangan orang,” kata Pungki, Senin (22/6).

Dalam kegiatan tersebut, petugas Imigrasi memberikan pemahaman mengenai fungsi keimigrasian, tata cara pengurusan dokumen perjalanan, serta berbagai modus kejahatan yang kerap menargetkan masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri.

Selain penyampaian materi, para siswa juga diberikan kesempatan berdialog langsung dengan petugas untuk memperoleh informasi mengenai paspor, perjalanan internasional, hingga peluang pendidikan di luar negeri.

Kepala SMKN 46 Jakarta, Osda Ida Perida Manurung, menyambut baik pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, literasi keimigrasian menjadi bekal penting bagi siswa yang akan memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kegiatan ini memberikan wawasan yang relevan bagi siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan informasi mengenai keimigrasian, tetapi juga memahami risiko yang dapat muncul apabila mengabaikan prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Osda menilai kerja sama antara institusi pendidikan dan Imigrasi perlu terus diperkuat untuk meningkatkan kesadaran hukum sekaligus membekali siswa menghadapi tantangan global.

PIMPASA Goes To School menjadi bagian dari upaya Direktorat Jenderal Imigrasi dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi keimigrasian sekaligus memperkuat pencegahan terhadap TPPO dan praktik migrasi ilegal.

Di tengah semakin terbukanya akses pendidikan dan pekerjaan lintas negara, pemahaman mengenai migrasi aman dinilai menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda Indonesia agar dapat memanfaatkan peluang global tanpa mengabaikan aspek hukum dan perlindungan diri. (BAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *