KA Sancaka Utara Jadi Primadona Baru Jalur Surabaya–Yogyakarta–Cilacap

Deloo.id, Jakarta – Kereta Api Sancaka Utara kian menunjukkan dominasinya sebagai salah satu moda transportasi favorit masyarakat di Pulau Jawa.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan jumlah pelanggan yang nyaris menembus 100 persen sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Data KAI menunjukkan KA Sancaka Utara relasi Surabaya Pasarturi–Cilacap pulang-pergi melayani 142.135 pelanggan selama lima bulan pertama tahun ini.

Angka tersebut melonjak 98,25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 71.695 pelanggan.

Kenaikan hampir dua kali lipat itu menjadi sinyal kuat bahwa KA Sancaka Utara semakin dipercaya sebagai pilihan utama masyarakat untuk perjalanan lintas kota yang menghubungkan wilayah utara Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga pesisir selatan Jawa Tengah.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pertumbuhan pelanggan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi yang mampu menghubungkan berbagai pusat aktivitas dalam satu perjalanan langsung.

“KA Sancaka Utara menawarkan konektivitas yang unik karena menghubungkan kota-kota penting di jalur utara, tengah, hingga selatan Jawa,” ungkap Anne dalam keterangan pernyaz Sabtu (20/6/2026).

“Layanan ini menjadi pilihan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan untuk pendidikan, pekerjaan, wisata, maupun kebutuhan keluarga,” lanjutnya.

Sejak pertama kali beroperasi pada Desember 2019, KA Sancaka Utara terus berkembang menjadi salah satu tulang punggung mobilitas antardaerah.

Kereta ini melayani perjalanan dari Surabaya Pasarturi menuju Lamongan, Babat, Bojonegoro, Cepu, Solo, Klaten, Yogyakarta, Kutoarjo, Kebumen, Kroya hingga Cilacap.

Keunggulan utama layanan ini terletak pada kemampuannya menghubungkan dua kawasan strategis Pulau Jawa dalam satu perjalanan tanpa harus berganti moda transportasi.

Dari Surabaya, pelanggan dapat menjangkau kawasan ekonomi dan perdagangan di Lamongan, Babat, dan Bojonegoro.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Solo dan Yogyakarta yang dikenal sebagai pusat budaya, pendidikan, dan destinasi wisata nasional.

Bagi wisatawan, KA Sancaka Utara menawarkan akses langsung menuju berbagai destinasi populer seperti kawasan Malioboro, Keraton Yogyakarta, Tugu Yogyakarta, Prambanan, Candi Plaosan, Umbul Ponggok, hingga Benteng Van der Wijck di Gombong.

Sementara itu, perjalanan berakhir di Cilacap yang dikenal memiliki sejumlah destinasi unggulan seperti Pantai Teluk Penyu, Benteng Pendem, serta kawasan wisata bahari yang menjadi daya tarik pesisir selatan Jawa Tengah.

Menurut Anne, meningkatnya jumlah pelanggan menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang praktis, efisien, dan nyaman semakin tinggi.

“Dalam satu perjalanan, pelanggan dapat menjangkau pusat ekonomi, kawasan pendidikan, destinasi wisata, hingga kota-kota tujuan keluarga tanpa harus berpindah moda transportasi berkali-kali,” katanya.

Selain menawarkan konektivitas yang luas, KA Sancaka Utara juga didukung peningkatan kualitas sarana. Kereta ini terdiri dari empat kereta eksekutif dan empat kereta ekonomi New Generation Modifikasi dengan total kapasitas mencapai 488 tempat duduk.

Pada kelas ekonomi New Generation Modifikasi, pelanggan mendapatkan kursi individual dengan konfigurasi 2-2, ruang kaki yang lebih lega, sandaran kursi yang dapat disesuaikan, stop kontak, pendingin udara, rak bagasi, hingga fasilitas keselamatan yang lebih modern.

Sementara pada kelas eksekutif, pelanggan menikmati ruang duduk yang lebih luas dengan kursi ergonomis yang dirancang untuk menunjang kenyamanan selama perjalanan jarak jauh.

KAI juga menghadirkan layanan kuliner melalui kereta makan dan fitur Railfood pada aplikasi Access by KAI yang memungkinkan pelanggan memesan makanan dan minuman langsung dari kursi mereka.

Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat, KA Sancaka Utara kini tidak hanya menjadi penghubung antarkota, tetapi juga berperan sebagai jalur strategis yang mendorong mobilitas masyarakat dan menggerakkan aktivitas ekonomi di sepanjang lintasan yang dilaluinya. (BGE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *