Deloo.id, Bogor – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur terus memperkuat pelayanan kepada warga binaan dengan menghadirkan layanan kesehatan terpadu sekaligus konsultasi informasi pemasyarakatan secara langsung di dalam lingkungan lapas.
Program ini menjadi bagian dari upaya memastikan setiap warga binaan memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan serta informasi mengenai hak-hak pemasyarakatan secara mudah, cepat, dan transparan selama menjalani masa pembinaan.
Melalui Klinik Pratama Lapas Narkotika Gunung Sindur, tenaga medis melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga binaan sekaligus menerima berbagai keluhan kesehatan untuk ditindaklanjuti sesuai standar pelayanan medis.
Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai langkah deteksi dini sekaligus menjaga kondisi kesehatan warga binaan agar tetap prima selama menjalani proses pembinaan.
Bersamaan dengan itu, petugas Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) membuka layanan konsultasi mengenai berbagai hak pemasyarakatan, mulai dari program integrasi, remisi, pembebasan bersyarat hingga informasi masa berakhirnya pidana (ekspirasi).
Layanan tersebut memungkinkan warga binaan memperoleh kepastian informasi secara langsung sehingga meminimalkan kesalahpahaman mengenai proses administrasi maupun hak-hak yang dimiliki sesuai ketentuan perundang-undangan.
Kepala Satuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Narkotika Gunung Sindur, Bagus Dwi Siswandono, mengatakan pelayanan yang baik merupakan bagian penting dalam mendukung proses pembinaan yang berjalan secara optimal.
“Kami ingin memastikan seluruh warga binaan memperoleh pelayanan yang layak, baik di bidang kesehatan maupun informasi terkait hak-hak pemasyarakatan,” ungkap Bagus Dwi, Senin (29/6).
“Pelayanan yang cepat, transparan, dan humanis menjadi bagian dari komitmen kami dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, tertib, dan berorientasi pada pemulihan,” lanjutnya.
Menurutnya, pemenuhan hak dasar warga binaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pemasyarakatan modern yang mengedepankan aspek kemanusiaan sekaligus pembinaan yang berkelanjutan.
Selain meningkatkan kualitas layanan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana komunikasi antara petugas dengan warga binaan sehingga berbagai persoalan yang muncul dapat direspons lebih cepat.
Lapas Narkotika Gunung Sindur menegaskan akan terus menghadirkan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan responsif sebagai bentuk implementasi reformasi birokrasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Melalui penguatan layanan kesehatan dan keterbukaan informasi, Lapas Narkotika Gunung Sindur berharap proses pembinaan tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga mampu membangun kepercayaan serta memberikan kepastian terhadap pemenuhan hak-hak warga binaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (BAA)












