Lapas Narkotika Jakarta Mendapati Narkoba Oseng Udang

Deloo.id, Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Narkotika Jakarta membongkar modus penyelundupan yang terbilang nekat dengan menyembunyikan paket diduga narkotika di dalam makanan oseng cumi yang dibawa saat jam kunjungan.

Pengungkapan kasus tersebut terjadi belum lama ini ketika petugas melakukan pemeriksaan ketat terhadap pengunjung dan seluruh barang bawaan yang masuk ke area lapas.

Pemeriksaan yang merupakan bagian dari prosedur standar pengamanan itu awalnya berjalan seperti biasa.

Namun, kejelian petugas saat memeriksa makanan bawaan berupa nasi, sayuran, dan oseng cumi mengungkap adanya benda mencurigakan yang sengaja disembunyikan.

Hasil pemeriksaan menemukan 12 paket yang diduga berisi narkotika terselip di dalam hidangan oseng cumi yang dibawa oleh salah satu pengunjung.

Pelaksana Harian Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Edi Sigit Budiman, mengatakan temuan tersebut merupakan hasil dari pengawasan berlapis yang terus diperkuat guna menutup setiap celah masuknya barang terlarang ke dalam lapas.

“Barang terlarang tersebut ditemukan saat petugas melakukan pemeriksaan makanan bawaan pengunjung sesuai prosedur yang berlaku,” kata Edi di kantornya.

“Ini menunjukkan bahwa pengawasan kami berjalan efektif dan seluruh petugas tetap waspada terhadap berbagai modus penyelundupan,” ujarnya.

Dijanjikan Rp500 Ribu untuk Loloskan Barang Terlarang

Setelah paket mencurigakan ditemukan, petugas langsung mengamankan dua orang yang terlibat dalam upaya penyelundupan tersebut, masing-masing berinisial K dan RP.

Dari hasil pemeriksaan awal, K diduga berperan sebagai pihak yang akan menyerahkan narkoba kepada warga binaan di dalam lapas. Sementara RP diketahui hanya mengantar pelaku menuju lokasi.

Petugas juga memperoleh informasi bahwa aksi tersebut diduga dilakukan karena adanya iming-iming bayaran sebesar Rp500 ribu apabila barang berhasil masuk ke dalam lingkungan lapas.

Berdasarkan penelusuran awal, barang haram tersebut diduga berasal dari kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan dikirim melalui jaringan perantara sebelum sampai ke tangan pelaku.

Kasus Diserahkan ke Polisi

Menyikapi temuan tersebut, pihak lapas segera melaporkan kejadian kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jakarta dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

Sesuai arahan pimpinan, penanganan kasus kemudian dilimpahkan kepada Polres Metro Jakarta Timur untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk membongkar kemungkinan adanya jaringan yang terlibat dalam upaya penyelundupan tersebut.

Perang Melawan Narkoba di Balik Jeruji

Edi menegaskan bahwa keberhasilan menggagalkan penyelundupan ini menjadi bukti bahwa sistem pengamanan dan pemeriksaan di Lapas Narkotika Jakarta terus berjalan secara konsisten dan profesional.

Menurutnya, berbagai modus penyelundupan terus berkembang, mulai dari barang bawaan, makanan, hingga cara-cara lain yang berupaya memanfaatkan celah keamanan. Karena itu, pengawasan terhadap pengunjung dan barang masuk akan terus diperketat.

“Komitmen kami jelas, menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba serta menutup setiap celah penyelundupan yang dapat mengganggu proses pembinaan warga binaan,” tegas Edi.

Pengungkapan ini kembali menjadi peringatan bahwa perang melawan narkoba tidak hanya dilakukan di luar, tetapi juga harus terus diperkuat di dalam lembaga pemasyarakatan.

Kejelian petugas dan sistem pengawasan yang ketat menjadi benteng utama dalam menjaga lapas tetap steril dari peredaran barang terlarang. (BAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *