Deloo.id, Bengkulu – Nuansa alam di tengah perkebunan sawit, menjadi daya tarik salah satu wahana air di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Bengkulu. Sejumlah pepohonan rindang menjadi peredam alami paparan matahari Bengkulu yang terkenal menyengat. Beberapa pengunung berusia belia terlihat bersenda-gurau di salah satu kolam bernuansa biru laut. Buana Alit Water Park, begitu warga sekitar mengenal wahana air milik Bima Mandala dan istrinya Febriana tersebut.
“Buana Alit itu artinya Bumi Kecil. Konsepnya memang kolam alami natural. Kita buka di bekas lahan kebun sawit tua yang sudah tidak produktif,” ungkap Febriana kepada jurnalis yang berkunjung ke lokasi wisata tersebut, Kamis (21/5/2026) siang.
Pantauan di lapangan, wahana air tersebut memiliki lima kolam utama. Terdapat beberapa gazebo yang dapat digunakan untuk istirahat atau kegiatan lainnya. Total area lahan sawit milik Bima dan Febriana, mencapai 10 hektar. Namun, hanya 1,7 hektar saja yang dibangun wahana air.
“Awal-awal pembuatan, cuma ada dua kolam saja. Peresmian tahun 2020, tapi ada Covid. Tutup sementara, terus booming lagi di tahun 2022. Baru kita tambah lagi, termasuk fasilitas lainnya,, seperti aula semi outdoor, non AC,” urai wanita asal Ponorogo tersebut.
Menurut Febrianda, suaminya, Bima Mandala merancang sendiri konsep dan sirkulasi aliran air di wahana yang mereka kelola. Selain itu, sejumlah masukan dan usulan juga melibatkan kedua anaknya yang berprofesi sebagai arsitek di salah satu pengembang real estate nasional. Keduanya juga mengelola langsung wahana tersebut, meski berdomisili di Kota Bengkulu.
“Rata-rata pengunujung dari desa sekitar, dan Kota Bengkulu. Untuk hari libur nasional, ada juga pengunjung dari luar daerah, plat BG (Sumatera Selatan), BH (Jambi), maupun BA (Sumatera Barat). Puncak paling rame biasanya pas tahun baru. Rekornya, tembus 2000 orang,” ungkap Febriana.
Meski tidak menyediakan permainan air tambahan, Buana Alit tetap diminati pengunjung karena lokasi alam yang masih asri dan orisinil. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 15 ribu untuk tiket masuk di hari biasa. Khusus akhir pekan dan libur nasional, Rp 20 ribu sudah termasuk parkir.
Jika ingin mengunjungi wahana air ini, pengunjung dari Bengkulu Kota dapat menggunakan rute menuju jalan utama Kerkap – Pasar Pedati. Patokannya, pertigaan Desa Abu Sakim, Pondok Kelapa, Benteng, ambil kanan, dan ikuti jalan desa yang berkoral. Lima menit dari persimpangan utama, terdapat simpang tiga Masjid Al Istiqomah, kemudian belok kiri hingga ujung jalan.
Akses lokasi, dapat mengikuti peta berikut, https://shorturl.at/ltdoz. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Febriana melalui saluran telepon atau Whatsapp di nomor 0811733990. (BYD)












