Deloo.id, Serang – Lapangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang tampak berbeda.
Ratusan warga binaan dan petugas bergerak serempak mengikuti senam bersama dalam suasana penuh semangat, mencerminkan wajah baru pemasyarakatan yang semakin menitikberatkan pada pembinaan manusia seutuhnya.
Kegiatan yang digelar sebagai bagian dari program pembinaan jasmani tersebut tidak sekadar menjadi agenda olahraga rutin.
Lebih dari itu, senam bersama menjadi simbol komitmen Lapas Serang dalam membangun lingkungan pemasyarakatan yang sehat, produktif, dan berorientasi pada perubahan positif.
Di bawah pengawasan petugas, para warga binaan mengikuti setiap gerakan dengan tertib dan antusias.
Suasana yang cair dan penuh energi menciptakan interaksi positif yang memperkuat kebersamaan sekaligus menjadi sarana menjaga kesehatan fisik selama menjalani masa pembinaan.
Program ini menjadi salah satu strategi Lapas Serang untuk memastikan warga binaan tetap memiliki kondisi tubuh yang prima, daya tahan yang baik, serta kesiapan mental dalam mengikuti berbagai program pembinaan lainnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Riko Stiven, menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan dan kepribadian, tetapi juga kesehatan jasmani yang menjadi fondasi utama dalam proses perubahan perilaku.
“Kami ingin memastikan seluruh warga binaan memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat selama menjalani masa pembinaan,” ungkap Riko, Sabtu (20/6/2026).
“Senam bersama bukan sekadar olahraga, tetapi bagian dari upaya membangun semangat hidup positif, disiplin, dan kesiapan mereka untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Menurutnya, kesehatan merupakan elemen penting dalam mendukung keberhasilan program pemasyarakatan.
Warga binaan yang sehat akan lebih optimal mengikuti berbagai kegiatan pembinaan, baik pendidikan, keagamaan, maupun pelatihan kemandirian.
Selain menjaga kebugaran, kegiatan olahraga bersama juga dinilai efektif mengurangi tingkat stres dan kejenuhan yang kerap muncul selama menjalani masa pidana.
Karena itu, program senam rutin terus dipertahankan sebagai bagian dari pola pembinaan yang berkelanjutan.
Lapas Serang sendiri terus mengembangkan pendekatan pemasyarakatan yang lebih humanis dengan menyeimbangkan aspek keamanan, pembinaan, dan pelayanan.
Melalui kegiatan sederhana seperti senam bersama, lembaga ini berupaya membangun lingkungan yang sehat sekaligus menciptakan ruang tumbuh bagi warga binaan untuk memperbaiki diri.
Dengan pelaksanaan yang aman, tertib, dan kondusif, kegiatan tersebut kembali menegaskan bahwa proses pembinaan di dalam lapas tidak hanya berbicara tentang menjalani hukuman, tetapi juga mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi setiap warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat. (BAA)












