Deloo.id, Bengkulu – Komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan terus ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu.
Salah satu bentuk pengawasan yang dilakukan adalah dengan mencicipi langsung makanan yang akan disajikan kepada warga binaan setiap hari.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, secara rutin melakukan pengecekan kualitas makanan dengan menerima sampel menu dari petugas dapur untuk diperiksa langsung sebelum didistribusikan kepada warga binaan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari sistem pengawasan guna memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kebersihan, cita rasa, kandungan gizi, kematangan, serta layak dikonsumsi.
“Setiap hari kami memastikan makanan yang diberikan kepada warga binaan sesuai standar yang berlaku,” jelas Julianto yang dikutip dari akun Tiktok @lapasbengkulu, Sabtu (20/6/2026).
“Saya mencicipi langsung makanan yang disajikan untuk memastikan kualitasnya baik, rasanya layak, gizinya terpenuhi, dan aman untuk dikonsumsi,” lanjutnya.
Pengawasan Tidak Hanya Dilakukan Kalapas
Pengawasan kualitas makanan di Lapas Kelas IIA Bengkulu tidak hanya dilakukan oleh Kalapas. Pemeriksaan juga melibatkan tenaga kesehatan, Seksi Pembinaan, serta jajaran Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP).
Tim melakukan pengecekan secara menyeluruh mulai dari proses pengolahan bahan makanan, kebersihan dapur, kualitas penyajian, hingga proses distribusi kepada seluruh warga binaan.
Melalui mekanisme pengawasan berlapis tersebut, kualitas makanan yang diberikan kepada warga binaan dapat terus terjaga sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.
“Ini merupakan tanggung jawab kami dalam memastikan hak warga binaan terpenuhi dengan baik. Tidak hanya makan, tetapi makanan yang sehat, bergizi, aman, dan diberikan secara merata kepada seluruh warga binaan,” kata Julianto.
Dapur Lapas Dikelola Profesional
Menurut Julianto, pengelolaan dapur dilakukan secara profesional dengan melibatkan warga binaan yang telah mendapatkan pelatihan khusus terkait pengolahan makanan dan standar kebersihan dapur.
Ia menegaskan seluruh proses pengolahan makanan dilakukan dengan pengawasan petugas sehingga kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.
“Meskipun dalam operasional dapur kami melibatkan warga binaan, mereka sudah mendapatkan pembinaan dan pelatihan yang memadai. Seluruh proses tetap berada dalam pengawasan petugas agar kualitas makanan tetap terjamin,” ujarnya.
Bahkan, Kalapas menyebut fasilitas dapur yang dimiliki Lapas Kelas IIA Bengkulu telah memenuhi standar kebersihan dan pengelolaan yang baik.
“Dapur kami terus ditata dan ditingkatkan kualitasnya. Kami ingin memastikan proses produksi makanan berjalan secara higienis dan profesional,” Julianto menuturkan.
“Jika masyarakat ingin melihat langsung, kami siap menunjukkan bagaimana makanan warga binaan diproses,” tambahnya.
Wujud Pemenuhan Hak Warga Binaan
Selain menu makanan utama, warga binaan juga mendapatkan makanan tambahan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, termasuk sajian bergizi seperti bubur kacang hijau dan menu penunjang lainnya.
Melalui pengawasan ketat dan evaluasi rutin, Lapas Kelas IIA Bengkulu berupaya memastikan setiap warga binaan memperoleh hak dasar berupa makanan yang sehat dan layak selama menjalani masa pembinaan.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan modern yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga menjamin pemenuhan hak-hak dasar warga binaan secara manusiawi dan profesional. (BAA)












