Deloo.id, Depok – Pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga menyentuh pembentukan karakter. Hal itu terlihat saat Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Depok menggelar Assessment Pembinaan Kerohanian bagi warga binaan di Masjid Baiturrahman, Selasa (22/7/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan kepribadian yang selama ini dijalankan. Melalui assessment, petugas mengukur perkembangan spiritual, tingkat pemahaman keagamaan, hingga partisipasi warga binaan dalam berbagai kegiatan pembinaan rohani.
Proses penilaian dilakukan melalui wawancara dan instrumen evaluasi yang disusun untuk memotret perubahan sikap, perilaku, serta kualitas pemahaman keagamaan setiap warga binaan. Data yang diperoleh kemudian menjadi dasar dalam menyusun program pembinaan yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing individu.
Kepala Rutan Kelas I Depok Agung Nurbani menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu fondasi penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan selama menjalani masa pidana.
“Assessment ini menjadi instrumen untuk melihat sejauh mana perkembangan pembinaan yang telah diberikan. Dari hasil evaluasi tersebut kami dapat menyusun program yang semakin efektif sehingga mampu mendukung proses pembinaan sekaligus mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Agung kepada Jurnalis Mitra Imigrasi dan Pemasyarakatan (JMIP), Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan sistem pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari perubahan perilaku dan meningkatnya kesadaran diri warga binaan. Karena itu, evaluasi dilakukan secara berkala agar setiap program pembinaan benar-benar memberikan dampak nyata.
Assessment kerohanian juga menjadi sarana bagi petugas untuk mengidentifikasi kebutuhan pembinaan lanjutan. Dengan pendekatan yang terukur, materi pembinaan dapat disesuaikan dengan perkembangan spiritual maupun kondisi psikologis masing-masing warga binaan.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Warga binaan mengikuti setiap tahapan assessment secara terbuka, sementara petugas melakukan pendampingan dengan pendekatan persuasif agar proses evaluasi berjalan objektif dan komprehensif.
Rutan Kelas I Depok menilai pembinaan spiritual merupakan bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan menjalani proses reintegrasi sosial. Harapannya, nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif, bertanggung jawab, dan taat hukum setelah kembali ke tengah masyarakat.
Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Rutan Kelas I Depok terus memperkuat komitmennya menghadirkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga mampu melahirkan perubahan karakter yang nyata bagi setiap warga binaan. (BAA)












