Frans Antoni Tertangkap di Malaysia Usai 3 Tahun Buron

Deloo.id, Jakarta – Pelarian panjang Frans Antoni, salah satu buronan paling diburu dalam kasus jaringan narkotika internasional Fredy Pratama, akhirnya berakhir.

Bareskrim Polri berhasil mengamankan pria yang disebut memiliki peran sentral dalam mengendalikan aliran dana dan operasional sindikat narkoba lintas negara tersebut.

Frans Antoni ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (18/6/2026), sebelum dipulangkan ke Indonesia sehari kemudian melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pemulangan dilakukan menggunakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) setelah diketahui yang bersangkutan masuk ke wilayah Malaysia secara ilegal.

Frans Antoni bukan nama baru dalam pengungkapan jaringan Fredy Pratama. Ia telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 12 November 2023 dan masuk dalam daftar target prioritas penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Dalam hasil penyidikan, Frans diduga menjadi salah satu figur penting di balik operasional jaringan Fredy Pratama.

Perannya disebut tidak hanya mengatur pergerakan lapangan, tetapi juga mengendalikan arus keuangan dan menjalin koneksi dengan jaringan internasional.

Penyidik menduga Frans menjadi otak dalam praktik pencucian uang hasil bisnis narkotika selama periode 2017 hingga 2023.

Selama kurun waktu tersebut, ia disebut melakukan perjalanan dari Indonesia ke Thailand sebanyak sekitar 168 kali untuk membawa dana hasil kejahatan.

Dalam setiap perjalanan, nilai uang yang dibawa disebut mencapai sedikitnya Rp1 miliar setelah lebih dulu disamarkan melalui sejumlah money changer.

Tak hanya itu, penyidik juga menemukan dugaan penerimaan dana tunai sebesar 1,2 juta Dolar Singapura dari Kosnadi Irwan alias Uncle yang diduga terkait dengan aktivitas jaringan tersebut.

Bareskrim turut mendalami dugaan penggunaan tiga rekening bank yang menggunakan identitas adik kandung tersangka untuk menampung dan mengalirkan dana hasil tindak pidana narkotika.

Setelah tiba di Indonesia, Frans Antoni langsung menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik kini fokus membongkar seluruh aliran dana, memetakan jaringan yang masih aktif, serta memperkuat perburuan terhadap Fredy Pratama yang hingga kini masih menjadi buronan internasional.

Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menyebut penangkapan Frans Antoni menjadi langkah strategis dalam membongkar struktur jaringan Fredy Pratama secara menyeluruh.

“Frans Antoni merupakan salah satu figur penting dalam struktur jaringan Fredy Pratama. Perannya tidak hanya sebagai pelaksana di lapangan, tetapi juga sebagai pengendali keuangan dan penghubung jaringan internasional,” kata Johnny, Minggu (21/6).

Menurut Johnny, pengungkapan kasus tidak akan berhenti pada penangkapan Frans Antoni. Polri akan terus mengembangkan penyidikan untuk menelusuri aset hasil kejahatan sekaligus memburu pelaku lain yang masih buron.

“Polri berkomitmen menindak tegas setiap pelaku kejahatan narkotika, termasuk pihak yang berperan dalam pencucian uang hasil kejahatan. Kami akan terus mengejar Fredy Pratama dan pihak-pihak lain yang masih terlibat,” tegasnya.

Johnny juga mengapresiasi kerja sama antara Polri, otoritas Malaysia, dan perwakilan Pemerintah Indonesia yang mendukung proses pelacakan hingga pemulangan tersangka.

Keberhasilan ini dinilai menjadi pukulan serius bagi jaringan Fredy Pratama yang selama ini dikenal memiliki operasi lintas negara dengan aliran dana bernilai besar. (BYD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *