Deloo.id, Cilegon – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilegon menggelar Sosialisasi Peningkatan Kompetensi Kehumasan dan Pembekalan Literasi Digital di Aston Cilegon Boutique Hotel, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan DPMPTSP, Diskominfo, Lapas Cilegon, Kanwil Ditjen Imigrasi Banten hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi se-Banten untuk memperkuat kapasitas komunikasi publik di era transformasi digital.
Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan laporan Ketua Pelaksana Fegan Akbar serta pembukaan resmi oleh Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikim) Kantor Imigrasi Cilegon, Budi Irawan, yang mewakili Kepala Kantor Imigrasi Cilegon.
Dalam sambutannya, Budi menegaskan bahwa peran kehumasan pemerintah saat ini telah berkembang jauh melampaui fungsi penyampaian informasi semata. Humas, kata dia, menjadi garda terdepan dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
“Di era digital saat ini, kecepatan informasi berjalan sangat masif. Karena itu, humas tidak cukup hanya mampu menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang akurat, transparan, dan bertanggung jawab. Kepercayaan masyarakat menjadi aset utama yang harus terus dijaga,” ujar Budi Irawan dalam sambutannya.
Menurut Budi, perkembangan teknologi informasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan besar bagi instansi pemerintah.
Arus informasi yang bergerak cepat menuntut aparatur humas memiliki kemampuan adaptasi, literasi digital yang kuat, serta pemahaman mendalam terhadap pola komunikasi masyarakat modern.
Humas Pemerintah Dituntut Adaptif
Dalam forum tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi komunikasi publik, pengelolaan media digital, penguatan citra institusi, hingga cara menghadapi tantangan penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di ruang siber.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai gagasan dan pengalaman yang dibagikan peserta dari lintas instansi.
Berbagai tantangan komunikasi publik di era media sosial menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian khusus.
Budi menilai, penguatan kompetensi sumber daya manusia di bidang kehumasan menjadi langkah penting agar instansi pemerintah tetap relevan dan dipercaya masyarakat.
“Humas pemerintah harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman,” ucap Budi.
Literasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan yang harus dimiliki agar informasi yang disampaikan dapat diterima publik secara efektif dan memberikan dampak positif,” ia menambahkan.
Membangun Pelayanan Publik yang Lebih Dekat
Selain meningkatkan kemampuan teknis kehumasan, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antarinstansi dalam membangun pola komunikasi publik yang lebih modern, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Kehadiran perwakilan dari berbagai instansi pemerintah di wilayah Banten menunjukkan semakin kuatnya kesadaran bahwa kualitas komunikasi publik menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pelayanan publik.
Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Cilegon berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan wawasan yang diperoleh untuk memperkuat kualitas informasi publik, meningkatkan transparansi pelayanan, serta mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Di tengah era digital yang semakin kompetitif, kemampuan membangun narasi yang kredibel, edukatif, dan informatif menjadi kunci bagi setiap institusi pemerintah dalam menjaga kepercayaan publik. (BAA)












