Kemerdekaan di Balik Jeruji, 830 WB Rutan Depok Terima Remisi

Deloo.id, Depok – Semangat kemerdekaan terasa berbeda di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tak sekadar berlangsung dalam balutan upacara, tetapi juga menjadi momentum bagi ratusan warga binaan untuk menatap masa depan dengan harapan baru.

Upacara peringatan HUT ke-81 RI digelar di lingkungan Rutan Kelas I Depok, Senin (17/8/2026). Seluruh pegawai dan warga binaan mengikuti prosesi dengan khidmat.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Bogi Nurseto bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, Bogi mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun.

Menurut dia, kemerdekaan harus diterjemahkan dalam bentuk perubahan sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat persatuan.

Pesan tersebut juga diarahkan kepada warga binaan agar menjadikan masa pembinaan sebagai ruang untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.

830 Warga Binaan Terima Remisi

Di sisi lain, Kepala Rutan Kelas I Depok Agung Nurbani mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Balai Kota Depok.

Upacara tersebut dipimpin Wali Kota Depok Supian Suri dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai elemen masyarakat.

Momentum kemerdekaan semakin berarti bagi warga binaan setelah dilakukan pemberian remisi secara simbolis. Salah satu warga binaan Rutan Kelas I Depok menerima remisi yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Depok.

Secara keseluruhan, 830 warga binaan Rutan Kelas I Depok mendapatkan Remisi Umum pada HUT ke-81 RI.

Rinciannya, sebanyak 801 orang memperoleh Remisi Umum I, sedangkan 29 orang menerima Remisi Umum II. Dari penerima Remisi Umum II tersebut, 19 warga binaan langsung bebas setelah mendapatkan remisi.

Pemberian remisi tersebut merupakan bagian dari hak warga binaan yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan, sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap perubahan perilaku selama menjalani masa pembinaan.

Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni

Agung Nurbani mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI harus memiliki makna yang lebih jauh daripada sekadar seremoni tahunan.

“Peringatan kemerdekaan ini bukan hanya tentang seremoni, tetapi juga menjadi momentum pembinaan untuk menumbuhkan semangat persaudaraan, motivasi, dan keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Agung.

Menurutnya, momentum kemerdekaan dapat menjadi pengingat bagi warga binaan bahwa masa lalu bukan akhir dari perjalanan hidup. Proses pembinaan di dalam rutan diharapkan menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

Semangat tersebut juga tercermin dari pemberian remisi kepada ratusan warga binaan.

Bagi 19 warga binaan yang langsung bebas, tanggal 17 Agustus tahun ini bukan hanya menjadi hari peringatan kemerdekaan Indonesia. Hari tersebut sekaligus menjadi pintu menuju babak baru kehidupan mereka di luar tembok pemasyarakatan.

Enam Pegawai Terima Satyalancana

Peringatan HUT ke-81 RI di Rutan Depok juga menjadi momentum penghargaan bagi jajaran petugas.

Sebanyak enam pegawai Rutan Kelas I Depok menerima Satyalancana Karya Satya. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, peringatan kemerdekaan di Rutan Depok memiliki dua wajah sekaligus: penghargaan bagi mereka yang mengabdi dan kesempatan baru bagi warga binaan yang menunjukkan perubahan.

Semangat merah putih pun tak berhenti di lapangan upacara. Ia diterjemahkan menjadi disiplin bagi petugas, pembinaan bagi warga binaan, penghargaan bagi pengabdian, serta harapan bagi mereka yang memperoleh kesempatan untuk kembali menghirup udara kebebasan. (BAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *