Circupas Satu Dorong WB Cibinong Jadi Penggerak Eko Sirkular

Deloo.id, Cibinong – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong meluncurkan Circular Pemasyarakatan (Circupas) Satu, inovasi yang memadukan kepedulian lingkungan, pemberdayaan warga binaan, peningkatan keterampilan, dan penciptaan nilai ekonomi secara berkelanjutan.

Peluncuran Circupas Satu menjadi bagian dari upaya Lapas Cibinong menghadirkan wajah pemasyarakatan yang lebih adaptif. Program tersebut dirancang agar kegiatan pembinaan tidak sekadar berlangsung di dalam lapas, tetapi mampu menghasilkan keterampilan dan manfaat yang memiliki nilai sosial maupun ekonomi.

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong Wisnu Hani Putranto mengatakan Circupas Satu dibangun dengan semangat menghubungkan berbagai potensi yang ada di lingkungan pemasyarakatan.

“Melalui Circupas Satu, kami berupaya mengintegrasikan kepedulian lingkungan, pemberdayaan warga binaan, peningkatan keterampilan, serta penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Wisnu dalam siaran pers, Selasa (25/8/2026).

Menurut dia, warga binaan merupakan bagian penting dalam ekosistem tersebut. Keterlibatan mereka diarahkan untuk menumbuhkan kemampuan, kreativitas, sekaligus kemandirian melalui aktivitas produktif.

Wisnu menegaskan, peluncuran Circupas Satu bukanlah tujuan akhir. Justru, momentum tersebut menjadi awal untuk mengembangkan sistem pembinaan yang dapat terus beradaptasi dengan kebutuhan dan tantangan di masa mendatang.

“Kami menyadari apa yang diluncurkan hari ini bukanlah sebuah akhir, melainkan awal dari sebuah ekosistem pemasyarakatan yang lebih adaptif, produktif, transparan, kolaboratif, dan terus berkelanjutan,” katanya.

Bukan Sekadar Program, tetapi Ekosistem

Circupas Satu dikembangkan melalui konsep Smart Correctional Circular Hub yang mendorong terbangunnya keterhubungan antara aspek lingkungan, pembinaan, keterampilan, dan potensi ekonomi.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas makna pembinaan kemandirian. Warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman selama berada di lapas, tetapi juga memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat.

Wisnu mengatakan keberlanjutan menjadi salah satu kunci agar inovasi tersebut tidak berhenti setelah peluncuran.

“Kami ingin membangun sistem yang tidak berhenti pada seremoni. Circupas Satu harus terus berkembang melalui kolaborasi dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan, baik bagi warga binaan, lingkungan maupun masyarakat,” ucapnya.

Dukungan terhadap pelaksanaan proyek perubahan Circupas Satu Smart Correctional Circular Hub juga menjadi energi tambahan bagi Lapas Cibinong untuk mengembangkan inovasi tersebut.

Apresiasi dan dukungan yang diberikan menjadi penanda bahwa transformasi pemasyarakatan membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Semakin banyak unsur yang terlibat, semakin besar pula peluang inovasi tersebut memberikan dampak yang lebih luas.

Mengubah Potensi Menjadi Manfaat

Melalui Circupas Satu, Lapas Cibinong ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan dapat menjadi ruang tumbuh bagi perubahan.

Kepedulian terhadap lingkungan dipadukan dengan pembinaan warga binaan. Keterampilan diarahkan menjadi produktivitas, sementara produktivitas diharapkan dapat berkembang menjadi aktivitas yang memiliki nilai ekonomi.

“Yang terpenting adalah bagaimana warga binaan mendapatkan ruang untuk belajar, berkarya dan meningkatkan kemampuan. Kami berharap keterampilan tersebut menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” tutur Wisnu.

Peluncuran Circupas Satu sekaligus mempertegas komitmen Lapas Kelas IIA Cibinong untuk menghadirkan pemasyarakatan yang produktif, inovatif, transparan, kolaboratif, peduli lingkungan, dan berkelanjutan.

Dengan konsep tersebut, tembok pemasyarakatan tidak lagi sekadar menjadi batas fisik. Di baliknya, dapat tumbuh sebuah ekosistem yang mengubah keterbatasan menjadi kesempatan, keterampilan menjadi karya, dan pembinaan menjadi bekal nyata untuk masa depan. (BAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *