Deloo.id, Tangerang – Pengamanan rumah tahanan tidak mengenal ruang untuk lengah. Setiap perubahan situasi, sekecil apa pun, harus mampu dibaca sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Pesan tersebut menjadi penekanan dalam pengarahan dan konsolidasi jajaran pengamanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang yang dipimpin langsung Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Hermanto, Senin (24/8/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan petugas sekaligus menyatukan langkah seluruh jajaran dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.
Dalam pengarahan tersebut, evaluasi pelaksanaan tugas menjadi salah satu pembahasan utama. Petugas juga diingatkan untuk meningkatkan kepekaan terhadap kondisi lingkungan, menjaga kedisiplinan, serta mampu mengambil langkah tepat ketika menemukan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Hermanto menegaskan, keamanan rutan bukan semata-mata tanggung jawab satu petugas atau satu regu. Setiap personel memiliki peran yang saling berkaitan.
“Saya minta seluruh petugas benar-benar memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Jangan hanya berfokus pada tugas sendiri, tetapi harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Hal-hal kecil yang terlihat maupun perubahan situasi harus menjadi perhatian,” ujar Hermanto dalam siaran pers, Selasa (25/8/2026).
Tak Boleh Ada Informasi yang Berhenti
Menurut Hermanto, kewaspadaan harus berjalan beriringan dengan komunikasi. Petugas diminta tidak menyimpan informasi penting hanya untuk dirinya sendiri, terutama apabila menemukan kondisi yang membutuhkan perhatian.
Komunikasi antarpersonel dan dengan komandan regu dinilai menjadi salah satu kunci untuk mempercepat respons sekaligus mencegah kesalahan dalam pelaksanaan tugas.
“Jangan sampai ada informasi yang berhenti di satu orang. Setiap perkembangan di lapangan harus dikomunikasikan dengan baik kepada petugas lainnya dan komandan. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa saling mengingatkan, saling membantu, dan lebih cepat mengambil tindakan ketika menghadapi situasi tertentu,” katanya.
Penekanan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas pengamanan membutuhkan kerja tim. Ketelitian seorang petugas dapat menjadi informasi penting bagi petugas lainnya, sementara komunikasi yang cepat dapat menentukan langkah ketika menghadapi situasi tertentu.
Konsolidasi Jadi Benteng Awal Pengamanan
Konsolidasi jajaran pengamanan dilakukan bukan sekadar sebagai agenda rutin, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat kesamaan persepsi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas di lapangan.
Dengan koordinasi yang semakin solid, setiap petugas diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai standar pelaksanaan tugas, tanggung jawab, serta mekanisme penyampaian informasi.
Rutan Kelas I Tangerang pun terus mendorong terbentuknya budaya kerja yang mengedepankan disiplin, kewaspadaan, kepedulian, integritas, dan komunikasi.
Bagi Hermanto, keamanan tidak dibangun hanya melalui tindakan ketika persoalan sudah muncul. Keamanan justru harus dimulai dari kemampuan petugas membaca situasi, mengenali potensi gangguan, serta saling mengingatkan sejak dini.
Melalui konsolidasi tersebut, jajaran Rutan Kelas I Tangerang diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas dan mampu menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib, dan kondusif.
Di balik kokohnya pengamanan sebuah rutan, ada barisan petugas yang dituntut selalu siaga. Karena satu informasi yang cepat, satu kepedulian yang muncul lebih awal, dan satu koordinasi yang tepat dapat menjadi benteng sebelum gangguan keamanan benar-benar terjadi. (BAA)












