Deloo.id, Jakarta – Suasana Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta berubah menjadi lautan kekhusyukan ketika gema takbir menggema dari ribuan warga binaan yang sejak pagi memadati Lapangan Hijau untuk melaksanakan Sholat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5).
Takbir yang bersahut-sahutan menembus dinding-dinding beton lapas, memunculkan atmosfer penuh haru sekaligus pengharapan.
Di bawah langit pagi yang cerah, barisan jamaah yang terdiri dari petugas dan warga binaan tersusun rapi. Mereka larut dalam ibadah Iduladha yang menjadi salah satu momentum spiritual paling dinantikan dalam kalender pembinaan keagamaan Lapas Narkotika Jakarta.
Sholat Iduladha dipimpin oleh Ust. Syamsul Asri, yang juga bertindak sebagai khatib. Dalam khutbahnya, ia mengangkat kisah monumental Nabi Ibrahim A.S. dan Nabi Ismail A.S. sebuah simbol keikhlasan dan ketundukan total kepada Allah SWT.
Seruannya menggema tegas, mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Iduladha sebagai ajang refleksi dan pembaruan diri.
“Iduladha mengajarkan kita untuk kembali pada nilai-nilai ketauhidan dan keikhlasan. Inilah momen bagi kita untuk memperbaiki diri, memperkuat ketaatan, dan menata hati,” ujar Ust. Syamsul Asri di hadapan ribuan jamaah.
Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Dr. Syarpani, menegaskan bahwa pelaksanaan Sholat Iduladha di dalam lapas bukan hanya ritual tahunan, tetapi bagian penting dari program pembinaan yang berkelanjutan.
“Hari Raya Iduladha sarat dengan pesan pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian. Kami ingin nilai-nilai itu tertanam kuat dalam diri warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana memperkuat solidaritas antara petugas dan warga binaan, sekaligus memperkokoh pondasi spiritual yang menjadi kunci utama keberhasilan reintegrasi sosial.
Suasana khusyuk yang tercipta di tengah tembok tinggi lapas menjadi bukti bahwa pembinaan spiritual mampu menghadirkan harapan baru bagi siapa pun yang menjalani masa pemasyarakatan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kedamaian, menggambarkan harmoni yang terbangun di lingkungan Lapas Narkotika Jakarta.
Dengan semangat Iduladha, lapas ini terus memacu transformasi karakter warga binaan dari kesalahan menuju perbaikan, dari keterpurukan menuju harapan. (BAA)












