Takbir Menggema, Warga Binaan Lapas Serang Khusyuk Solat Berjamaah

Deloo.id, Jakarta – Suasana pagi di Lapas Kelas IIA Serang berubah begitu syahdu saat kumandang takbir membubung dari balik tembok tinggi yang selama ini menjadi batas kebebasan.

Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) berkumpul di lapangan dalam untuk melaksanakan Sholat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5), dalam nuansa religius yang terasa kuat dan menyentuh.

Aroma tanah pagi yang lembap, barisan saf yang tersusun rapi, serta gema takbir yang menggema membuat suasana Iduladha seolah hadir tanpa sekat.

Meski berada dalam keterbatasan, semangat ibadah warga binaan justru memancarkan kekhidmatan yang jarang terlihat dalam keseharian mereka.

Momen Pembinaan Spiritual yang Menggetarkan

Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Riko Stiven, menegaskan bahwa pelaksanaan Sholat Iduladha bukan hanya kegiatan rutin, melainkan bagian penting dari pembinaan spiritual.

“Kami ingin warga binaan tidak hanya melaksanakan ibadah, tetapi juga menyerap nilai keikhlasan, pengorbanan, dan ketaatan yang menjadi inti Iduladha. Nilai ini penting untuk memperkuat karakter selama menjalani pembinaan,” ujarnya.

Pelaksanaan ibadah berlangsung tertib, hangat, dan penuh penghayatan. Setiap gerakan sholat seolah menjadi jeda reflektif bagi warga binaan untuk menata kembali hati dan perjalanan hidup mereka.

Haru, Tenang, dan Penuh Makna

Tidak sedikit warga binaan yang terlihat menahan haru, terlebih bagi mereka yang hanya dapat merayakan hari besar ini jauh dari keluarga. Namun justru dalam ruang inilah, kebersamaan dan rasa kebatinan tumbuh kuat.

Takbir, doa, dan khutbah yang disampaikan dalam bahasa yang sederhana namun menyentuh menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk memperbaiki diri selalu terbuka, di mana pun mereka berada.

Pembinaan yang Menyentuh Aspek Keimanan
Lapas Serang memandang momen hari besar keagamaan sebagai bagian integral dari pembangunan karakter. Melalui kegiatan ini, warga binaan diajak kembali pada nilai dasar kemanusiaan: keikhlasan, kesabaran, dan harapan.

Pelaksanaan Sholat Iduladha juga menjadi bentuk dukungan pembinaan kepribadian yang menekankan keseimbangan antara kedisiplinan, moralitas, dan spiritualitas. (BAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *