Direktur Pembinaan Napi Tinjau Langsung Program Pembinaan di Lapas Serang

Deloo.id, Serang – Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan melakukan monitoring dan evaluasi langsung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang, sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh program pembinaan berjalan efektif, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi warga binaan.

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam mengakselerasi transformasi pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pada keberhasilan pembinaan sebagai fondasi utama dalam membentuk pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, berbagai program pembinaan ditinjau secara menyeluruh, mulai dari pembinaan kepribadian, pembinaan kerohanian, pendidikan karakter, hingga program kemandirian dan pelatihan keterampilan kerja yang selama ini dijalankan oleh Lapas Serang.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Yulius Sahruzah menekankan pentingnya kolaborasi seluruh petugas dalam menciptakan sistem pembinaan yang humanis dan berorientasi pada hasil.

Menurutnya, keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari sejauh mana warga binaan mampu mengalami perubahan perilaku, memiliki keterampilan, dan siap berintegrasi kembali ke masyarakat.

“Pembinaan harus dilakukan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan. Seluruh petugas memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan positif bagi warga binaan,” tegas Yulius dalam keterangannya baru-baru ini.

Jadi Ruang Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan

Selain melakukan peninjauan lapangan, kegiatan monitoring juga menjadi sarana evaluasi terhadap berbagai capaian program pembinaan yang telah dilaksanakan.

Berbagai masukan dan rekomendasi diberikan guna memperkuat efektivitas pembinaan, sehingga setiap program yang dijalankan benar-benar mampu menjawab kebutuhan warga binaan dan mendukung tujuan besar sistem pemasyarakatan nasional.

Evaluasi tersebut mencakup aspek perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, hingga pengukuran hasil pembinaan yang menjadi indikator keberhasilan dalam membentuk warga binaan yang produktif dan mandiri.

Riko Stiven: Pembinaan Adalah Investasi Sosial untuk Masa Depan

Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Riko Stiven, menyambut baik pelaksanaan monitoring tersebut dan menilai kegiatan itu menjadi energi positif bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta pembinaan di lingkungan lapas.

Menurut Riko, pembinaan merupakan investasi sosial jangka panjang yang tidak hanya berdampak bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat luas.

“Kami berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi benar-benar mampu membentuk karakter, meningkatkan keterampilan, dan membangun optimisme warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Riko.

Ia menambahkan bahwa arahan dan evaluasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menjadi bekal penting bagi Lapas Serang untuk terus melakukan inovasi dalam pelaksanaan pembinaan.

“Monitoring ini menjadi pengingat bahwa pembinaan harus terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Kami ingin memastikan setiap warga binaan memperoleh kesempatan yang sama untuk berubah, belajar, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” katanya.

Wujudkan Pemasyarakatan yang Lebih Humanis dan Berdampak

Kegiatan monitoring yang dilakukan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memperkuat kualitas pembinaan di seluruh unit pemasyarakatan.

Dengan pengawasan yang berkelanjutan, evaluasi yang objektif, serta sinergi seluruh petugas, Lapas Kelas IIA Serang diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada perubahan perilaku warga binaan.

Melalui langkah tersebut, pemasyarakatan tidak lagi sekadar menjadi tempat menjalani pidana, tetapi menjadi ruang transformasi yang mampu melahirkan individu-individu baru yang siap berkarya, produktif, dan berkontribusi positif bagi bangsa.(BAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *