Deloo.id, Jakarta – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) DK Jakarta, Wachid Wibowo, memberikan pengarahan langsung kepada seluruh jajaran pegawai Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta dengan pesan tegas yakni profesionalisme, integritas, dan kepatuhan terhadap aturan tidak boleh ditawar dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Pengarahan yang berlangsung di Aula Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta itu dihadiri oleh Pelaksana Harian Kepala Lapas Narkotika Jakarta Edi Sigit Budiman, pejabat struktural, serta seluruh pegawai.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan budaya kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam arahannya, Wachid menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan tugas harus berpijak pada Standar Operasional Prosedur (SOP) dan regulasi yang berlaku.
Menurutnya, kepatuhan terhadap prosedur merupakan fondasi utama dalam menjaga keamanan, meningkatkan pelayanan, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.
“Tidak ada ruang untuk bekerja di luar koridor aturan. Seluruh petugas harus menjalankan tugas sesuai SOP, menjaga integritas, disiplin, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan,” ujar Wachid, Jumat (19/6).
Ia menekankan bahwa tantangan pemasyarakatan saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan aparatur yang memiliki kompetensi tinggi, loyalitas terhadap organisasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan.
Menurut Wachid, keberhasilan lembaga pemasyarakatan tidak hanya ditentukan oleh sistem yang baik, tetapi juga oleh kualitas dan karakter petugas yang menjalankannya.
“Profesionalitas, loyalitas, disiplin, integritas, dan akuntabilitas harus menjadi budaya kerja sehari-hari. Nilai-nilai ini adalah fondasi utama untuk menjaga marwah institusi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Selain penguatan internal, Wachid juga menyoroti pentingnya membangun kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak.
Ia menilai sinergi antara petugas pemasyarakatan, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pembinaan warga binaan.
“Pemasyarakatan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kerja sama yang solid, komunikasi yang baik, dan semangat kolaborasi agar seluruh program pembinaan berjalan optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Plh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta Edi Sigit Budiman menyatakan bahwa arahan Kakanwil menjadi energi baru bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Kami berkomitmen menjalankan seluruh arahan pimpinan. Profesionalisme, integritas, dan pelayanan yang berkualitas akan terus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan tugas di Lapas Narkotika Jakarta,” kata Edi.
Pengarahan tersebut sekaligus menjadi penguatan komitmen bersama dalam mendukung reformasi pemasyarakatan yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
Di tengah tuntutan publik yang semakin tinggi, Ditjenpas DK Jakarta menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia tetap menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pelayanan, pembinaan, dan keamanan yang berkelanjutan. (BAA)












