Lapas Cilegon Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan, Tak Sekedar Bina Napi

Deloo.id, Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon kembali menunjukkan peran sosialnya di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan bakti sosial, jajaran Lapas menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada Yayasan Khozinatul Asrori Arrohimi, Kota Cilegon, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan yang disalurkan meliputi 25 kilogram beras, 8 kilogram telur, 12 liter minyak goreng, serta 6 dus mi instan. Bantuan tersebut diterima langsung oleh pengurus yayasan dan disambut dengan penuh rasa syukur.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Cilegon untuk tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan terhadap warga binaan, tetapi juga memperkuat kehadiran institusi pemasyarakatan sebagai bagian dari masyarakat yang aktif menebarkan manfaat sosial.

Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Raja Muhammad Ismael, mengatakan kegiatan bakti sosial merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial institusi kepada masyarakat sekitar.

“Pemasyarakatan bukan hanya tentang pembinaan warga binaan di dalam lapas. Kami juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir dan berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan yang menjadi bagian dari semangat pemasyarakatan,” ujar Raja Muhammad Ismael, lewat akun IG @lapascilegon, Senin (15/6/2026).

Membangun Kedekatan dengan Masyarakat

Menurut Raja, kegiatan sosial seperti ini menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antara Lapas dengan masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.

Ia menegaskan bahwa semangat berbagi harus menjadi budaya yang terus tumbuh di lingkungan pemasyarakatan, karena keberadaan lapas tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya.

“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi penghuni yayasan. Nilainya mungkin tidak besar, tetapi kami ingin memastikan bahwa kehadiran negara melalui institusi pemasyarakatan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” katanya.

Pemasyarakatan yang Lebih Humanis

Penyaluran bantuan kepada yayasan sosial tersebut juga menjadi bagian dari transformasi pemasyarakatan yang kini semakin menekankan pendekatan humanis dan berdampak langsung bagi lingkungan sekitar.

Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, kegiatan berbagi seperti ini dinilai mampu memperkuat solidaritas sosial sekaligus menumbuhkan budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Pengurus Yayasan Khozinatul Asrori Arrohimi mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Lapas Cilegon. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuni yayasan.

Lebih dari Sekadar Tembok Pembinaan

Bagi Lapas Cilegon, kegiatan bakti sosial bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, Lapas Cilegon ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang pembinaan di balik tembok, tetapi juga tentang kepedulian, pemberdayaan, dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Dengan semangat berbagi yang terus dijaga, Lapas Cilegon berupaya menghadirkan wajah pemasyarakatan yang lebih dekat, lebih humanis, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat. (BAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *