Deloo.id, Serang – Lapas Kelas IIA Serang menghadirkan sebuah cerita pembinaan yang produktif dan inspiratif.
Bersama PT Benih Citra Asia, Lapas Serang tengah memasuki tahap persiapan panen hasil penyerbukan benih blewah dan semangka yang selama ini dikelola oleh warga binaan melalui program pembinaan kemandirian.
Program tersebut menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga mampu melahirkan sumber daya manusia yang produktif dan siap kembali berkontribusi bagi masyarakat.
Di lahan pertanian yang dikelola secara berkelanjutan, para warga binaan terlibat langsung dalam seluruh tahapan budidaya tanaman hortikultura, mulai dari proses penyerbukan, pemeliharaan, pengawasan kualitas tanaman hingga persiapan panen benih unggul.
Kolaborasi dengan PT Benih Citra Asia memberikan pendampingan teknis yang memungkinkan proses produksi benih dilakukan secara profesional dengan standar pertanian modern.
Pembinaan yang Menghasilkan Nilai Ekonomi
Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Riko Stiven, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari transformasi pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan pemberdayaan warga binaan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk memperoleh keterampilan yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” jelas Riko, Jumat (19/6/2026).
“Melalui kerja sama dengan PT Benih Citra Asia, warga binaan tidak hanya belajar bertani, tetapi juga memahami proses produksi benih hortikultura yang memiliki nilai strategis bagi sektor pertanian nasional,” lanjutnya.
Menurutnya, keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pembinaan yang tepat mampu menjadi sarana perubahan positif sekaligus menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Dukung Ketahanan Pangan dari Dalam Lapas
Program budidaya benih blewah dan semangka ini juga menjadi bagian dari dukungan Lapas Serang terhadap agenda ketahanan pangan yang terus didorong pemerintah.
Selain menghasilkan benih berkualitas, kegiatan tersebut membuka ruang pembelajaran bagi warga binaan untuk menguasai keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Pembinaan harus mampu melahirkan kompetensi. Kami berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan selama mengikuti program ini dapat menjadi modal usaha dan sumber penghidupan setelah mereka menyelesaikan masa pidananya,” kata Riko.
Lapas Produktif, Pemasyarakatan Berdampak
Keberhasilan persiapan panen benih blewah dan semangka ini memperlihatkan bagaimana konsep pemasyarakatan modern terus berkembang menjadi lebih produktif, inovatif, dan berdampak.
Melalui sinergi antara Lapas Kelas IIA Serang dan sektor swasta, pembinaan tidak lagi sekadar berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga mampu menciptakan keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Di balik tembok pemasyarakatan, benih-benih hortikultura itu kini tumbuh bukan hanya sebagai hasil pertanian, melainkan simbol harapan, perubahan, dan masa depan yang lebih baik bagi para warga binaan yang sedang mempersiapkan langkah baru dalam kehidupannya. (BAA)












