Deloo.id, Jambi – Sebuah operasi pemasyarakatan berskala besar berlangsung di Provinsi Jambi. Sebanyak 1.555 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi resmi dipindahkan dari gedung lama menuju kompleks lapas baru yang berlokasi di Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (6/6/2026).
Pemindahan ribuan warga binaan tersebut menjadi salah satu proses relokasi penghuni lapas terbesar yang pernah dilakukan di wilayah Jambi.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan pengamanan ketat, pengawasan berlapis, dan koordinasi lintas instansi untuk memastikan keamanan serta ketertiban tetap terjaga selama proses berlangsung.
Ratusan petugas pemasyarakatan diterjunkan untuk mengawal perpindahan warga binaan secara bertahap.
Pengamanan juga diperkuat oleh 12 personel TNI dan 24 personel Brimob Polda Jambi yang bersiaga penuh di sepanjang jalur dan lokasi pemindahan.
Ditjenpas Turun Langsung Kawal Operasi Strategis
Besarnya skala pemindahan membuat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan tersebut.
Direktur Pengamanan dan Intelijen Pemasyarakatan (Dirpamintel), Tatan Dirsan Atmaja, hadir langsung di lapangan untuk memimpin pengawasan sekaligus memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar operasional keamanan yang telah ditetapkan.
Menurut Tatan, keberhasilan pemindahan ribuan warga binaan dalam waktu bersamaan menjadi bukti kesiapan sistem pengamanan pemasyarakatan dalam mengelola kegiatan berisiko tinggi secara profesional.
“Pemindahan 1.555 warga binaan ini merupakan operasi pengamanan yang membutuhkan perencanaan matang, koordinasi lintas sektor, dan disiplin pelaksanaan yang tinggi. Prioritas utama kami adalah memastikan seluruh proses berlangsung aman, tertib, dan terkendali tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun risiko terhadap masyarakat,” ujar Tatan.
Ia menegaskan bahwa proses relokasi telah melalui pemetaan risiko, simulasi pengamanan, hingga penyiapan skenario mitigasi yang dilakukan jauh sebelum hari pelaksanaan.
“Kami memastikan setiap tahapan diawasi secara ketat. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa pemasyarakatan mampu menjalankan transformasi besar dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan hak-hak warga binaan,” tambahnya.
Babak Baru Lapas Jambi
Kegiatan strategis tersebut turut dikawal langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, bersama jajaran, serta Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, yang memimpin langsung proses perpindahan dari awal hingga selesai.
Dukungan juga datang dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jambi yang diperbantukan untuk memperkuat personel dan memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana.
Perpindahan operasional ke gedung baru bukan sekadar relokasi fisik, melainkan bagian dari upaya modernisasi sistem pemasyarakatan.
Fasilitas baru di Muaro Jambi diharapkan mampu menghadirkan lingkungan pembinaan yang lebih representatif, aman, dan mendukung peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.
Menuju Pemasyarakatan yang Lebih Modern
Gedung baru Lapas Kelas IIA Jambi dirancang untuk menjawab kebutuhan kapasitas hunian, peningkatan keamanan, serta optimalisasi program pembinaan bagi warga binaan.
Dengan fasilitas yang lebih memadai, pemerintah berharap proses pembinaan, pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga program reintegrasi sosial dapat berjalan lebih efektif.
Pemindahan 1.555 narapidana ini sekaligus menandai babak baru perjalanan pemasyarakatan di Jambi.
Di tengah tantangan pengelolaan lembaga pemasyarakatan yang semakin kompleks, relokasi besar tersebut menjadi simbol transformasi menuju sistem pemasyarakatan yang lebih modern, humanis, dan berorientasi pada pembinaan. (BAA)












