Deloo.id, Cilegon – Komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pelaksanaan tes urine bagi pegawai sebagai bagian dari pengawasan internal dan penguatan integritas aparatur.
Kegiatan tersebut menjadi pesan tegas bahwa perang terhadap narkoba tidak hanya menyasar warga binaan, tetapi juga dimulai dari jajaran petugas yang menjadi garda terdepan dalam penyelenggaraan sistem pemasyarakatan.
Tes urine dilaksanakan sebagai bentuk deteksi dini sekaligus upaya memastikan seluruh pegawai tetap menjalankan tugas secara profesional, disiplin, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika maupun zat adiktif lainnya.
Pelaksanaan pemeriksaan berlangsung dengan pengawasan ketat dan mengikuti prosedur yang berlaku.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program berkelanjutan untuk menjaga kredibilitas institusi serta memperkuat kepercayaan publik terhadap jajaran pemasyarakatan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cilegon, Raja M Ismael, menegaskan bahwa integritas aparatur merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dan profesional.
“Tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas Cilegon. Tes urine ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan seluruh pegawai tetap menjaga integritas, profesionalisme, dan menjadi teladan dalam pelaksanaan tugas,” ujar Raja M Ismael, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh dan dimulai dari internal lembaga agar pengawasan terhadap warga binaan dapat berjalan secara maksimal.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh jajaran bekerja dalam kondisi sehat, bersih, dan memiliki komitmen yang sama untuk menjaga marwah institusi. Aparatur yang bebas narkoba adalah syarat mutlak untuk menghadirkan pelayanan dan pembinaan yang berkualitas,” katanya.
Raja menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari langkah preventif sekaligus penguatan budaya kerja yang berintegritas.
Pelaksanaan tes urine ini juga sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan lingkungan lapas dan rutan yang bebas dari peredaran serta penyalahgunaan narkoba.
Di tengah berbagai upaya reformasi birokrasi yang terus dijalankan, Lapas Cilegon berupaya membangun budaya organisasi yang sehat, transparan, dan akuntabel.
Langkah tersebut diyakini menjadi kunci dalam menciptakan institusi pemasyarakatan yang semakin dipercaya masyarakat.
Melalui pengawasan internal yang konsisten dan komitmen seluruh jajaran, Lapas Cilegon menegaskan posisinya dalam mendukung agenda nasional pemberantasan narkoba sekaligus mewujudkan aparatur pemasyarakatan yang sehat, profesional, dan berintegritas tinggi. (BAA)












