Strategi Deteksi Dini Gangguan Kamtib di Lapas Kelas I Tangerang

Deloo.id, Tangerang – Pengamanan di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang kembali diperketat. Bukan menunggu gangguan keamanan terjadi, jajaran Pemasyarakatan memilih bergerak lebih awal dengan memperkuat deteksi dini.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Banten, Lili S.H., M.H., memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) gabungan di Lapas Kelas I Tangerang, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Kanwil Ditjenpas Banten bersama aparat penegak hukum dari unsur TNI dan Kepolisian. Pemeriksaan menyasar Blok Hunian A dan Blok Hunian B, termasuk kamar hunian serta berbagai barang yang berada di dalamnya.

Sidak dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan lingkungan Lapas tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali. Pemeriksaan secara langsung juga menjadi bagian dari upaya membaca potensi kerawanan sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban.

Tiga Unsur Bergerak Bersama

Kolaborasi antara Pemasyarakatan, TNI, dan Polri menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan tersebut.

Petugas gabungan menyisir sejumlah titik dan melakukan pemeriksaan kamar hunian secara menyeluruh. Seluruh proses dilakukan dengan mengedepankan prosedur, profesionalisme, serta pendekatan humanis.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan dan mengamankan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di lingkungan hunian. Seluruh barang temuan kemudian didata dan diinventarisasi untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Lili mengatakan, pengawasan tidak boleh hanya dilakukan ketika muncul persoalan. Menurutnya, deteksi dini merupakan bagian penting dari strategi menjaga stabilitas keamanan Lapas.

“Deteksi dini harus menjadi budaya dalam pelaksanaan tugas. Jangan menunggu gangguan terjadi baru kita bergerak. Setiap potensi kerawanan harus kita antisipasi sedini mungkin melalui pengawasan dan koordinasi yang baik,” ujar Lili dalam siaran pers, Sabtu (29/8/2026).

Ia menambahkan, keterlibatan TNI dan Polri memperkuat langkah pencegahan sekaligus membangun koordinasi lintas institusi dalam menjaga keamanan lingkungan Pemasyarakatan.

Lili Turun Langsung ke Blok Hunian

Tak hanya memimpin dari luar area pemeriksaan, Lili turut memantau secara langsung proses sidak di sejumlah titik.

Di sela pemeriksaan, Lili juga menyempatkan diri berkomunikasi dengan warga binaan. Ia mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap tata tertib, menjaga kebersihan, serta ikut menciptakan suasana yang aman dan tertib.

“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas. Warga binaan juga mempunyai peran dengan mematuhi aturan dan menjaga lingkungan tetap kondusif,” ujarnya.

Menurut dia, pengamanan yang kuat harus berjalan beriringan dengan pembinaan. Lingkungan yang aman dan tertib menjadi fondasi agar proses pembinaan warga binaan dapat berlangsung secara optimal.

Beni Hidayat: Sinergi APH Perkuat Pengawasan

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, mengapresiasi pelaksanaan sidak gabungan tersebut.

Beni menilai pemeriksaan bersama menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat sistem pengamanan yang telah berjalan di Lapas Kelas I Tangerang.

“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan sidak gabungan ini. Sinergi dengan TNI dan Polri menjadi kekuatan tambahan bagi kami untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” ujar Beni.

Ia menegaskan, jajaran Lapas Kelas I Tangerang akan terus meningkatkan kewaspadaan dan konsistensi dalam menjalankan tugas pengamanan.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan meningkatkan pengawasan. Setiap potensi gangguan harus menjadi perhatian, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” katanya.

Pengawasan Tak Berhenti di Satu Pemeriksaan

Bagi jajaran Pemasyarakatan, sidak bukanlah kegiatan yang berhenti setelah kamar hunian selesai diperiksa.

Pengawasan berkala dan insidental akan terus dilakukan untuk mencegah masuknya barang-barang yang dilarang serta meminimalkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa lingkungan Pemasyarakatan harus dikelola dengan prinsip disiplin, kewaspadaan, profesionalisme, dan integritas.

Sidak gabungan di Lapas Kelas I Tangerang berlangsung aman, tertib, dan lancar. Pendekatan humanis tetap dikedepankan selama pemeriksaan.

Dengan sinergi yang semakin solid antara Pemasyarakatan, TNI, dan Polri, upaya menjaga keamanan di balik tembok Lapas diharapkan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi semakin kuat dalam membaca dan mencegah potensi gangguan sejak dini.

Sebab dalam menjaga keamanan, langkah terbaik bukan menunggu masalah datang, melainkan memastikan celahnya tertutup sebelum gangguan sempat terjadi. (BAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *