Warga Binaan Lapas Kelas IIA Gunung Sindur Disiapkan Jadi Tenaga Terampil Industri Peternakan

Deloo.id, Bogor – Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur terus memperluas program pembinaan produktif bagi warga binaan.

Terbaru, lembaga pemasyarakatan tersebut menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Jaya Satwa Unggul (JSU) untuk mengembangkan program pabrikasi baterai kandang ayam petelur yang melibatkan langsung warga binaan dalam proses produksi.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Bambang Wijanarko, bersama Komisaris Utama PT Jaya Satwa Unggul, Kartika Abiseno, sebagai langkah strategis dalam memperkuat program pembinaan kemandirian berbasis keterampilan dan dunia usaha.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari transformasi pembinaan pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada aspek pembinaan mental dan perilaku, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang memiliki nilai ekonomi dan peluang usaha setelah bebas nanti.

Melalui program ini, warga binaan akan mendapatkan pelatihan teknis, pendampingan kerja, serta pengalaman langsung dalam proses pembuatan baterai kandang ayam petelur yang saat ini menjadi salah satu kebutuhan utama industri peternakan nasional.

Kepala Lapas Narkotika Gunung Sindur, Bambang Wijanarko, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian harus mampu menghasilkan kompetensi nyata yang dapat menjadi bekal hidup bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat.

“Pemasyarakatan bukan hanya tempat menjalani masa pidana, tetapi juga ruang pembelajaran dan pembentukan masa depan. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja sehingga warga binaan memiliki peluang lebih besar untuk bangkit dan mandiri setelah bebas,” ujar Bambang.

Dalam skema kerja sama tersebut, PT Jaya Satwa Unggul akan menyediakan bahan produksi, pendampingan teknis, serta transfer pengetahuan industri kepada warga binaan.

Sementara Lapas Gunung Sindur menyiapkan sarana, petugas pembimbing, dan peserta program dari kalangan warga binaan yang telah memenuhi syarat.

Komisaris Utama PT Jaya Satwa Unggul, Kartika Abiseno, menegaskan bahwa kerja sama ini dilandasi semangat pemberdayaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami ingin warga binaan memiliki keahlian yang benar-benar aplikatif. Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi proses pembelajaran yang memberikan pengalaman kerja nyata. Harapannya, mereka memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja maupun berwirausaha setelah kembali ke tengah masyarakat,” kata Kartika.

Ia mengungkapkan bahwa hasil produksi yang selama ini dikembangkan bersama sejumlah unit pemasyarakatan telah mampu menyuplai kebutuhan kandang petelur di berbagai daerah.

“Kami optimistis kerja sama ini akan berkembang lebih besar. Selain meningkatkan produktivitas warga binaan, program ini juga membuka peluang ekonomi yang berdampak langsung terhadap pembinaan dan penguatan sektor peternakan nasional,” ujarnya.

Program tersebut juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui hasil kegiatan kerja warga binaan yang produktif dan bernilai ekonomi.

Kerja sama yang berlaku selama dua tahun ke depan itu menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat konsep pemasyarakatan modern yang menitikberatkan pada pembinaan berbasis keterampilan, produktivitas, dan reintegrasi sosial.

Dengan keterlibatan sektor swasta, Lapas Narkotika Gunung Sindur berharap semakin banyak warga binaan yang memiliki kompetensi kerja, kepercayaan diri, dan kesiapan untuk kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat. (BAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *