Deloo.id, Serang – Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Serang pada hari kedua Idul Adha 1447 H.
Di tengah rutinitas pembinaan yang berjalan sepanjang tahun, momentum qurban kali ini menghadirkan nuansa berbeda kebersamaan yang tumbuh, empati yang mekar, dan nilai ibadah yang mengalir hangat di dalam tembok pemasyarakatan.
Sejak pagi, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) telah bersiap. Mereka tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktor utama dalam seluruh rangkaian ibadah qurban mulai dari proses penyembelihan, pengulitan, pemotongan daging, hingga pengemasan.
Suasana yang biasanya dipenuhi rutinitas kamar dan blok, berubah menjadi ruang gotong royong yang sarat makna.
“Ini bukan sekadar pelaksanaan qurban. Ini bagian dari pembinaan mental dan spiritual agar para WBP merasakan langsung nilai ikhlas dan kebersamaan,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Riko Stiven, Sabtu (30/05/2026).
Riko menegaskan, pelibatan WBP bertujuan menanamkan nilai-nilai akhlak dan tanggung jawab serta membuka ruang bagi mereka untuk merasakan kembali atmosfer sosial yang mungkin lama tidak mereka sentuh.
Daging Qurban Mengalir hingga ke Warga Sekitar
Setelah proses pengemasan, daging qurban didistribusikan kepada WBP, pegawai, dan masyarakat yang tinggal di sekitar Lapas. Distribusi ini menjadi jembatan harmonis antara lembaga pemasyarakatan dan lingkungan sekitarnya.
“Kami ingin keberkahan Idul Adha tidak hanya dirasakan di dalam, tetapi juga keluar. Lapas harus hadir membawa manfaat bagi masyarakat,” tambah Riko.
Pembagian daging qurban berjalan tertib dan penuh sukacita. Beberapa warga bahkan mengapresiasi langkah Lapas yang dinilai semakin terbuka dan berorientasi pada nilai sosial.
Jumat Berkah: Kebaikan yang Tidak Pernah Putus
Tak berhenti pada momentum Idul Adha, kegiatan Jumat Berkah pada 29 Mei 2026 menjadi rangkaian kebaikan berikutnya yang digagas Lapas Kelas IIA Serang.
Pegawai dan WBP kembali bersama-sama membagikan paket makanan kepada sesama meneguhkan semangat solidaritas dan kepedulian.
“Setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini mudah-mudahan menjadi amal baik. Kami ingin Lapas menjadi ruang yang menumbuhkan banyak kebaikan,” kata Riko.
Berkah, Kebersamaan, dan Pembinaan yang Menyentuh Hati
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan penuh kehangatan. Ibadah qurban dan Jumat Berkah bukan hanya seremonial rutin, tetapi simbol perubahan bahwa pembinaan di Lapas bukan sekadar disiplin, melainkan juga pembinaan moral dan spiritual.
Dengan semangat kebersamaan yang tumbuh dari balik tembok pemasyarakatan, Lapas Kelas IIA Serang berharap kegiatan ini menjadi keberkahan bagi seluruh WBP, petugas, dan masyarakat sekitar.
Idul Adha di Lapas Serang tahun ini bukan hanya tentang menyembelih hewan qurban, tetapi menyembelih ego, memperkuat empati, dan menyalakan kembali nilai kemanusiaan. (BAA)












