Deloo.id, Purwokerto – Konser Hey Slank Berani Kita Beda Tour persembahan Rokok HS di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (30/8/2026) malam, berlangsung sukses. Rindu belasan ribu Slankers (penggemar Slank) wilayah Banyumas Raya dan sekitarnya terobati setelah Kaka dan kawan-kawan vakum selama 18 tahun di kota tersebut.
“Setelah belasan tahun, HS yang bikin Slank datang lagi ke Cilacap. Hampir satu tahun ini kita keliling silaturahmi ke tempat-tempat yang sudah lama nggak kita datangi. Terima kasih HS, terima kasih buat teman-teman yang ngejar untuk nonton konser HS Hey Slank, hanya orang-orang pemberani yang datang ke sini,” kata voklais Slank, Kaka, di sela-sela penampilannya.
Slank juga tetap mempertahankan karakter bermusiknya yang kerap menyelipkan kritik sosial. Dua lagu anyar, Rakus dan Republik Fufufafa, turut dibawakan di tengah repertoar konser. Menjelang akhir pertunjukan, Kaka kembali berinteraksi dengan penonton. Ia bahkan menggoda HS untuk memperpanjang rangkaian konser ke lebih banyak kota.
“Mau ditambahin lagi nggak kotanya? Bilang ke HS tambahin 10 kota lagi,” ujar Kaka.
Kolaborasi Slank dengan HS dalam rangkaian tur konser tersebut ternyata berawal dari pertemuan antara Bimbim dan Owner HS, Muhammad Suryo, di markas Slank di Potlot sekitar satu tahun lalu. Dalam sesi jumpa pers sebelum konser, Bimbim menceritakan awal pertemuan tersebut hingga akhirnya terjalin kolaborasi melalui konser musik.
“Setahun lalu kita ketemu Pak Haji Suryo di Potlot. HS tiba-tiba jadi kebanggaan lokal, tiba-tiba booming, membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya, akhirnya kita sepakat kolaborasi, lewat konser,” ungkap Bimbim.

Sementara itu, Muhammad Suryo menjelaskan bahwa konser yang digelar HS tidak semata-mata ditujukan sebagai hiburan. Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama dengan menggerakkan ekonomi kreatif melalui musik dan wirausaha.
Suryo juga merespons permintaan seorang Slankers yang ingin terlibat dalam bisnis rokok HS, salah satunya menjadi distributor. Permintaan tersebut langsung direspons dengan meminta kepala distributor wilayah terkait untuk mengakomodasi usulan tersebut.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono turut memberikan apresiasi terhadap gelaran konser tersebut. Ia menyebut kehadiran HS yang langsung membawa Slank ke Purwokerto merupakan sebuah gebrakan besar bagi Banyumas. “HS masuk ke Purwokerto langsung membawa Slank. Biasanya kecil-kecil yang dibawa, ini yang dibawa langsung Slank, langsung ‘gajah’ istilahnya,” ungkap Sadewo.
Sebelum konser berlangsung, Sadewo juga sempat membersamai rangkaian kegiatan HS, mulai dari sesi jumpa pers hingga riding bersama para komunitas. Selain Slank sebagai penampil utama, konser di Purwokerto turut menghadirkan sejumlah grup musik lainnya, yakni Polkadots, Afterskema, Karnamereka, Preman Disco, FSTVLST dan Souljah.

Purwokerto menjadi kota ke-9 dalam rangkaian tur 10 kota Indonesia, perjalanan Hey Slank Berani Kita Beda Tour. Sebelumnya Slank menyambangi Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Lampung, Malang, Palembang dan Bandung.
Dalam setiap kota yang disambangi, Slank tetap menjadi penampil pamungkas dengan dukungan jajaran musisi yang beragam. HS juga menggandeng musisi atau “Local Hero” di masing-masing daerah sebagai bagian dari komitmen untuk turut memberikan ruang bagi musisi lokal agar semakin berkembang.
Dengan konsep tersebut, konser Hey Slank Berani Kita Beda Tour tidak hanya menghadirkan hiburan bagi para Slankers, tetapi juga mempertemukan musik, komunitas, UMKM dan ekonomi kreatif dalam satu ruang perayaan.
Slank naik panggung sekira pukul 22.00 WIB. Band yang digawangi Bimbim, Kaka, Ivanka, Abdee dan Ridho itu tampil selama sekitar 1,5 jam dan menutup penampilannya pada pukul 23.30 WIB. Sejumlah lagu hits dibawakan malam itu, di antaranya Terlalu Manis, Terlalu Pahit, Ku Tak Bisa, Orkes Sakit Hati, Mawar Merah, Tonk Kosong, Virus serta I Miss U but I Hate U.
Lagu Poppies Lane Memory, yang terdapat dalam album Tujuh dan dirilis pada 1998, menjadi salah satu momen yang menghidupkan suasana. Belasan ribu penonton terdengar bernyanyi bersama mengikuti lantunan lagu tersebut. (Gorgom)












