Peserta CFD Ini Ngaku Diberi Kemudahan Datang ke Pasporia

Deloo.id, Jakarta – Minggu pagi di kawasan Wisma KEIAI, Jakarta, 30 Agustus 2026, tak hanya dipenuhi masyarakat yang berolahraga dan menikmati suasana Car Free Day (CFD). Di tengah riuh warga yang berlari dan berjalan santai, layanan keimigrasian turut hadir memberikan kemudahan.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Kanwil Ditjenim) Jakarta bersama Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara dan Klinik Pratama Kanim Soekarno-Hatta menghadirkan layanan PASPORIA sekaligus pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Kehadiran PASPORIA membuat aktivitas akhir pekan warga menjadi lebih praktis. Masyarakat dapat tetap menikmati suasana CFD, berolahraga, sekaligus mengakses layanan paspor tanpa harus meninggalkan kawasan kegiatan.

Salah satu pemohon paspor, Sali, menjadi bagian dari masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut. Ia datang ke CFD sekaligus mengikuti aktivitas jogging sebelum mengurus permohonan paspor melalui PASPORIA.

Bagi Sali, pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang berbeda. Jika biasanya pengurusan dokumen identik dengan suasana kantor pelayanan, kali ini ia dapat mengakses layanan keimigrasian di tengah ruang publik.

“Hai, saya Sali. Saya pertama kali ke pengajuan paspor di CFD. Pertama datang lumayan cepat juga. Semoga nanti pengirimannya juga lancar sampai di tempat dan bisa dipergunakan sebaiknya,” ujar Sali saat mengurus paspor.

Pengalaman Sali menjadi gambaran bagaimana inovasi pelayanan publik dapat mengikuti ritme aktivitas masyarakat.

Tak harus memilih antara berolahraga atau mengurus dokumen perjalanan, masyarakat kini dapat melakukan keduanya dalam satu kesempatan.

Dari Lintasan Jogging ke Layanan Paspor

Kehadiran PASPORIA di CFD Wisma KEIAI menghadirkan suasana pelayanan yang berbeda.

Di satu sisi, masyarakat menikmati ruang publik dengan aktivitas olahraga. Di sisi lain, petugas Imigrasi membuka akses layanan bagi warga yang membutuhkan pengurusan paspor.

Konsep tersebut menjadi bagian dari pendekatan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Kepala Kanwil Ditjenim Jakarta Pamuji Raharja mengatakan pelayanan publik harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin pelayanan Imigrasi hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kehadiran di CFD menjadi kesempatan untuk memberikan kemudahan layanan sekaligus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung,” ujar Pamuji.

Menurutnya, pelayanan keimigrasian tidak hanya berbicara mengenai administrasi dan dokumen perjalanan, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan pengalaman layanan yang mudah, nyaman, dan humanis.

“Pelayanan keimigrasian bukan hanya mengenai dokumen perjalanan. Kami ingin membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang humanis dan memberikan manfaat nyata,” katanya.

Sekali Datang, Dapat Dua Manfaat

Selain PASPORIA, masyarakat yang hadir juga dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan melalui Klinik Pratama Kanim Soekarno-Hatta.

Kehadiran dua layanan tersebut membuat CFD kali ini terasa berbeda. Aktivitas olahraga yang biasanya hanya berfokus pada kebugaran tubuh, kini dilengkapi dengan akses pelayanan publik.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara Rendra Mauliansyah mengatakan ruang publik merupakan tempat yang tepat untuk membangun interaksi langsung dengan masyarakat.

“Kami melihat CFD sebagai ruang yang strategis untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Ketika masyarakat sedang beraktivitas, kami hadir untuk memberikan informasi dan layanan secara langsung,” ujar Rendra.

Ia menilai sinergi antara Kanwil Ditjenim Jakarta, Kanim Jakarta Utara, dan Klinik Pratama Kanim Soekarno-Hatta menjadi bentuk kolaborasi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan memberikan manfaat lebih luas.

“Masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan layanan paspor melalui PASPORIA, tetapi juga dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis. Ini merupakan bentuk pelayanan yang kami harapkan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.

Pelayanan yang Mengikuti Langkah Masyarakat

Bagi masyarakat seperti Sali, layanan di ruang publik memberikan pengalaman tersendiri.

Ia tidak perlu mengorbankan agenda akhir pekan untuk mendapatkan layanan administrasi. Setelah berolahraga dan jogging, ia dapat melanjutkan aktivitas dengan mengurus paspor.

Model pelayanan semacam ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus hadir dalam bentuk teknologi yang rumit.

Terkadang, inovasi sederhana adalah membawa layanan mendekat kepada masyarakat, tepat di tempat mereka beraktivitas.

PASPORIA di CFD Wisma KEIAI menjadi salah satu gambaran pelayanan Imigrasi yang mencoba keluar dari pola konvensional.

Dari lintasan jogging, masyarakat bisa beranjak ke meja pelayanan. Dari aktivitas olahraga, mereka bisa sekaligus menyelesaikan kebutuhan administrasi.

Pada akhirnya, pelayanan publik bukan sekadar tentang proses dan dokumen.

Pelayanan adalah tentang membuat masyarakat merasa dimudahkan.

Dan bagi Sali, Minggu pagi itu bukan hanya tentang jogging di CFD. Ada satu urusan penting yang ikut dituntaskan: mengurus paspor dengan cara yang lebih dekat, praktis, dan berbeda. (BAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *