Cianjur Perkuat Benteng Pengawasan WNA, Imigrasi Genjot Digitalisasi APOA hingga Pelosok Wisata Puncak

Deloo.id, Cianjur – Di tengah meningkatnya mobilitas warga negara asing (WNA) dan pesatnya perkembangan sektor pariwisata serta investasi di kawasan Puncak-Cianjur, Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Cianjur terus memperkuat sistem pengawasan keimigrasian berbasis teknologi melalui optimalisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA).

Komitmen tersebut kembali ditegaskan saat jajaran Kantor Imigrasi Cianjur menghadiri Sosialisasi Penggunaan APOA yang diselenggarakan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok di Trans Hotel Cibubur, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan itu menjadi momentum penting memperkuat sinergi antarunit kerja imigrasi dalam membangun sistem pengawasan orang asing yang lebih modern, cepat, akurat, dan terintegrasi.

Bagi Imigrasi Cianjur, APOA bukan sekadar aplikasi pelaporan, melainkan instrumen strategis dalam mendeteksi dini potensi pelanggaran keimigrasian serta memastikan keberadaan orang asing dapat dipantau secara real time.

Sebelumnya, pada 26 Februari 2026, Kantor Imigrasi Cianjur juga telah menggelar Sosialisasi Optimalisasi Penggunaan APOA di Grand Aston Puncak Hotel & Resort.

Kegiatan tersebut melibatkan pengelola hotel, vila, penginapan, mess perusahaan, unsur Forkopimcam Cipanas dan Pacet, serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cianjur.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Cianjur, Dr. Riky Afrimon, menegaskan bahwa keberhasilan pengawasan orang asing tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Pengawasan keimigrasian saat ini tidak lagi mengandalkan metode konvensional. Kami mendorong seluruh pengelola penginapan dan tempat tinggal orang asing untuk memanfaatkan APOA secara optimal sehingga data keberadaan WNA dapat tercatat secara akurat dan mendukung pengawasan yang lebih efektif,” ujar Riky dalam keterangan yang kami terima, Sabtu (6/6/2026).

Teknologi Jadi Senjata Utama Pengawasan

Kepala Subseksi Teknologi Informasi, Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (TI-Inteldakim) Kantor Imigrasi Cianjur, Alwin Taher, menjelaskan bahwa APOA menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung transformasi digital layanan dan pengawasan keimigrasian.

Menurutnya, melalui sistem tersebut, petugas dapat memperoleh data keberadaan orang asing secara cepat sehingga memudahkan proses pemetaan, analisis intelijen, hingga tindakan pengawasan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

“APOA memberikan kemudahan bagi pemilik hotel, vila, guest house, apartemen maupun mess perusahaan dalam melaporkan keberadaan WNA. Di sisi lain, data yang masuk membantu kami melakukan pengawasan secara lebih presisi, cepat, dan berbasis teknologi informasi,” kata Alwin.

Ia menambahkan, kawasan Cianjur yang memiliki destinasi wisata internasional, khususnya di wilayah Puncak, membutuhkan sistem pengawasan yang adaptif terhadap dinamika pergerakan orang asing.

“Tujuan utama kami bukan semata melakukan penindakan, tetapi memastikan seluruh aktivitas orang asing di wilayah Cianjur berjalan sesuai ketentuan hukum serta memberikan manfaat bagi daerah tanpa menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Program Unggulan Imigrasi Cianjur

Selain optimalisasi APOA, Kantor Imigrasi Cianjur dalam beberapa tahun terakhir juga aktif menjalankan sejumlah program unggulan yang mendukung pelayanan publik dan pengawasan keimigrasian.

Program tersebut antara lain:

  • Eazy Passport, layanan jemput bola pembuatan paspor bagi masyarakat, instansi, sekolah, dan komunitas.
  • Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) yang melibatkan lintas instansi untuk memperkuat pengawasan WNA hingga tingkat kecamatan.
  • Desa Binaan Imigrasi, sebagai sarana edukasi masyarakat mengenai keimigrasian dan pencegahan tindak pidana perdagangan orang.
  • Layanan Paspor Ramah Kelompok Rentan, yang memberikan kemudahan bagi lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak.
  • Digitalisasi Pengawasan Keimigrasian, melalui pemanfaatan APOA dan penguatan intelijen berbasis teknologi informasi.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Imigrasi Cianjur terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mendukung iklim investasi dan pariwisata yang aman serta berkelanjutan.

Dengan semakin optimalnya pemanfaatan APOA dan sinergi bersama para pelaku usaha akomodasi, Imigrasi Cianjur berharap pengawasan orang asing dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan responsif terhadap berbagai tantangan keimigrasian di era digital. (BAA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *