Deloo.id, Depok – Suasana Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Margonda Raya hingga Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Depok, Minggu (31/5/2026), tak hanya dipadati warga yang berolahraga dan berburu kuliner.
Di tengah lautan manusia yang memadati kawasan bebas kendaraan tersebut, sebuah layanan publik justru menjadi magnet perhatian masyarakat.
Booth layanan paspor milik Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok yang hadir melalui program “Imigrasi untuk Rakyat” tampak ramai didatangi warga sejak pagi hari.
Antrean masyarakat terlihat mengular untuk mendapatkan informasi, melakukan verifikasi berkas, hingga mengurus pembuatan maupun penggantian paspor elektronik.
Kehadiran layanan keimigrasian di area Depok Open Space (DOS) menjadi warna baru dalam pelaksanaan CFD yang selama ini identik dengan olahraga, hiburan, dan wisata kuliner.
Sejak pukul 07.00 WIB, warga mulai memadati area layanan. Banyak di antara mereka mengaku terbantu karena tidak perlu datang langsung ke kantor imigrasi untuk memperoleh informasi maupun mengurus dokumen perjalanan.
Program ini merupakan implementasi nyata dari komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi untuk menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Sebelumnya, konsep serupa telah sukses diterapkan di kawasan CFD Sudirman-Thamrin Jakarta dan Kota Bogor.
Di tengah padatnya aktivitas masyarakat, layanan paspor yang hadir langsung di ruang publik dinilai menjadi solusi praktis sekaligus efektif dalam meningkatkan akses pelayanan keimigrasian.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Irvan Triansyah, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya menghadirkan inovasi pelayanan yang mudah dijangkau oleh masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa pelayanan keimigrasian kini semakin dekat, cepat, dan mudah diakses. Kehadiran layanan paspor di CFD merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan pelayanan prima sekaligus mendekatkan negara kepada masyarakat,” ujar Irvan kepada wartawan disela-sela CFD di dekat pos pelayanan.
Menurut Irvan, antusiasme warga yang tinggi menunjukkan bahwa kebutuhan akan layanan publik yang fleksibel dan adaptif semakin meningkat.
“Kami melihat respons masyarakat sangat positif. Banyak warga yang memanfaatkan momentum CFD untuk memperoleh informasi keimigrasian, berkonsultasi, hingga mengurus paspor. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, suasana CFD Depok sendiri berlangsung sangat meriah. Ribuan warga memadati ruas jalan sepanjang kurang lebih lima kilometer yang membentang dari kawasan Balai Kota Depok hingga Jalan Arif Rahman Hakim.
Bahkan pada beberapa titik, kepadatan pengunjung membuat aktivitas jogging menjadi kurang leluasa sehingga sebagian besar masyarakat memilih berjalan santai sambil menikmati suasana akhir pekan.
Berbagai pedagang kuliner, pelaku UMKM, hingga penjual pakaian dan perlengkapan rumah tangga turut meramaikan kawasan tersebut. Kombinasi antara olahraga, hiburan, wisata kuliner, dan pelayanan publik menjadikan CFD Depok semakin diminati masyarakat.
Melalui program “Imigrasi untuk Rakyat”, Kantor Imigrasi Depok berharap pelayanan publik tidak lagi identik dengan antrean panjang dan prosedur yang rumit. Sebaliknya, pelayanan dapat hadir lebih dekat, lebih ramah, dan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari.
Di tengah hiruk-pikuk CFD yang dipenuhi energi positif warga Kota Depok, layanan paspor hadir sebagai simbol transformasi pelayanan publik modern cepat, mudah, dan menjangkau masyarakat hingga ke ruang-ruang publik tempat mereka beraktivitas. (BAA)












