Deloo.id, Depok – Ribuan warga yang memadati kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Margonda, Kota Depok, Minggu (31/5/2026), tak hanya disuguhi suasana olahraga dan hiburan akhir pekan.
Di tengah keramaian tersebut, sebuah stan sederhana milik Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok justru berhasil mencuri perhatian pengunjung.
Aroma khas Kopi Krabu yang menguar dari stan pameran dipadukan dengan beragam kerajinan tangan hasil karya warga binaan menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang melintas. Tak sedikit pengunjung yang berhenti, bertanya, hingga membeli produk yang dipamerkan.
Partisipasi Rutan Kelas I Depok dalam CFD Margonda menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil program pembinaan kemandirian warga binaan kepada masyarakat luas.
Melalui kegiatan tersebut, publik diajak melihat sisi lain kehidupan di dalam rutan, yakni proses pembinaan yang menghasilkan karya bernilai ekonomi dan kreatif.
Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Depok, Agung Nurbani, didampingi Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Thowvik Nur Rohman.
Kehadiran jajaran pimpinan menunjukkan komitmen Rutan Depok dalam mendorong pengembangan keterampilan warga binaan agar mampu menjadi pribadi yang lebih produktif.
CFD Margonda kali ini juga menjadi momentum kolaborasi antara Rutan Kelas I Depok dan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok yang secara bersamaan menghadirkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Sementara Imigrasi Depok membuka layanan paspor, Rutan Depok menampilkan hasil karya warga binaan sebagai bagian dari edukasi publik mengenai program pembinaan pemasyarakatan.
Kepala Kantor Imigrasi Depok, Irvan Triansyah, turut hadir dan mengapresiasi sinergi yang terbangun antara fungsi keimigrasian dan pemasyarakatan dalam memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Kepala Rutan Kelas I Depok, Agung Nurbani, mengatakan bahwa setiap produk yang dipamerkan merupakan hasil proses pembinaan panjang yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan dan mental kewirausahaan.
“Produk yang ditampilkan hari ini bukan sekadar barang hasil produksi, melainkan simbol perubahan dan harapan. Di balik setiap cangkir Kopi Krabu dan setiap kerajinan tangan yang dipamerkan, terdapat semangat warga binaan untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Agung.
Menurutnya, keterampilan yang diberikan selama masa pembinaan merupakan bekal penting agar warga binaan memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa pembinaan di Rutan Depok berjalan secara nyata. Warga binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga dibekali kemampuan yang produktif dan bernilai guna. Dukungan masyarakat menjadi energi positif bagi mereka untuk terus berkarya dan memperbaiki masa depan,” katanya.
Sepanjang kegiatan berlangsung, stan Rutan Depok mendapat respons positif dari pengunjung. Banyak warga yang mengaku terkesan dengan kualitas produk yang dihasilkan dan tidak menyangka bahwa karya tersebut merupakan hasil tangan warga binaan.
Partisipasi dalam CFD Margonda menjadi salah satu strategi Rutan Depok untuk memperluas akses pemasaran produk hasil pembinaan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap proses pemasyarakatan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan pemberdayaan.
Melalui kegiatan tersebut, Rutan Kelas I Depok berharap karya warga binaan semakin dikenal masyarakat luas serta mampu membuka peluang ekonomi yang lebih besar.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kreativitas, semangat belajar, dan harapan untuk berubah dapat tumbuh di mana saja, termasuk dari balik tembok pemasyarakatan. (BAA)












